Abdul Gaffar Karim

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Dukungan Siapa?

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 28• Jul•16

“Kabinet baru akan segera diumumkan. Dukungan rakyat sangat penting untuk keberhasilan pemerintah –Jkw.” Demikian kicauan di akun Twitter Jokowi, Rabu 27 Juli kemarin, kira-kira satu setengah jam sebelum dia mengumumkan menteri-menteri baru di kabinetnya. Dia menyebut-nyebut tentang kabinet baru, lalu menegaskan pentingnya dukungan rakyat di kalimat berikutnya.

(Baca Selengkapnya. . . )

Sound System

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 30• Jun•16

Dulu sekali, di awal-awal berdirinya Jamaah Shalahuddin UGM tahun 1980an, konon banyak kisah menarik tentang aktivisnya. Waktu itu hampir tak ada mahasiswi yang berjilbab. Juga tak ada aktivis yang berusaha tampil dan beraksen Arab. Semua biasa-biasa saja. Namun mereka bersemangat untuk merintis kegiatan yang lebih agamis bagi mahasiswa.

(Baca Selengkapnya. . . )

Endog Ceplok

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 12• Jun•16

Madura kampung halaman saya adalah kawasan Muslim yang menyenangkan. Islam adalah mayoritas di sana. 90% penduduknya adalah Muslim. Yang 10%? Muhammadiyah. (Hehehe… Saya ngakak terpingkal-pingkal ketika mendengar guyonan ini pertama kali saat mengikuti ceramah Cak Nun di Universitas Airlangga).

(Baca Selengkapnya. . . )

Mencari Laknat?

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 11• Jun•16

Tahun lalu, Ramadlan saya agak membuat ngos-ngosan. Hari-hari pertama berpuasa saya berada di Michigan. Saat itu bumi bagian utara sedang memasuki musim panas, sehingga hari menjadi panjang. Sahur memang biasa-biasa saja, sekitar jam 2.30. Namun kita harus menunggu hingga jam 22 untuk berbuka puasa.

(Baca Selengkapnya. . . )

Pasungan

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 03• Jun•16

Suatu ketika saat masih SMP, saya dipanggil oleh Kepala Sekolah (Kepsek) karena membawa motor ke sekolah. Itu pelanggaran peraturan sekolah dan lalu-lintas karena usia saya yang baru 14 tahun. Pak Arief, Kepsek itu, menasehati saya dan beberapa teman secara panjang lebar tentang kesalahan yang telah kami lakukan. Beliau mengatakan bahwa para mahasiswa di Yogya amat sedikit yang bawa sepeda motor saat kuliah. Mereka pada naik sepeda, sehingga tak perlu keluar uang untuk bensin. Uangnya, kata Pak Arief yang alumnus Fakultas Pedagogik UGM, dipakai untuk membeli makanan bergizi sehingga mahasiswa di Yogya pintar-pintar.

(Baca Selengkapnya. . . )

Screening

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 13• May•16

Di kelas, saya kerap katakan pada mahasiswa: “Kalian harus bersyukur hidup di jaman yang sudah bebas dan demokratis. Kalian tak mengalami masa seperti Orde Baru, dimana buku-buku akademik kerap dilarang beredar karena menyenggol penguasa. Kalian bebas berdiskusi tentang tema apapun tanpa harus takut disambangi tentara atau intel.”

Tapi kini, saya mulai agak ragu untuk mengatakan hal seperti itu lagi pada mahasiswa. Suasana jaman sekarang ini malah agak mengingatkan saya pada Orde Baru. (Baca Selengkapnya. . . )

Tujubelasan

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 11• May•16

Aku mengenalnya sebagai Pak Undan. Dia seorang tentara, kalau tidak salah berpangkat kopral kepala di sebuah Koramil, di kecamatan tempat Bapakku bertugas sebagai camat. Ini kecamatan yang agak-agak rawan, karena PPP sangat kuat di sini. Bapakku yang adik kandung Ketua DPD PPP malah membawa misi untuk memenangkan Golkar di sini.

Nah, Pak Undan ini tipe tentara yang agak berangasan dan sok tahu. Tapi tentu itu lumrah saja, sebab partai ABRI sedang berkuasa saat itu.

(Baca Selengkapnya. . . )

Ennahda

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 24• Mar•16

Sore kemarin usai sebuah sesi workshop di Novotel Tunis, seorang peserta, perempuan 50an tahun, mendekat dan mengulurkan tangan menyalamiku. Kuberikan tangan menyambut ajakan salamannya.

“Merci, monsieur Karim,” katanya.

(Baca Selengkapnya. . . )

Malima, nDara?*

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 17• Mar•16

Kagetkah Anda ketika seorang Bupati ditangkap sedang dalam keadaan teler karena narkoba? Jika iya, ada dua kemungkinan. (Baca Selengkapnya. . . )