Abdul Gaffar Karim

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Archive for the 'Renungan' Category

Indonesia yang Arab?

4 Oktober 1934, sejumlah pemuda keturunan Arab di kawasan yang kini Indonesia mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab. Isi sumpah itu adalah: (1) Tanah Air Peranakan Arab adalah Indonesia, (2) Peranakan Arab harus meninggalkan kehidupan mengisolasi diri, dan (3) Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah air dan bangsa Indonesia.

Read the rest of this entry »

Pembebasan

Tanggal 30 Desember ini, tepat dua tahun Gus Dur wafat menurut hitungan Masehi. Haulnya diperingati dalam minggu-minggu ini, sebab dalam hitungan Hijriyah, tanggalnya sudah tiba beberapa waktu yang lalu. Tahun pertama sejak wafatnya Gus Dur boleh dianggap sebagai tahun berduka-cita bagi yang merasa kehilangan tokoh ini. Namun tahun kedua dan ketiga, duka-cita itu boleh dianggap […]

Read the rest of this entry »

Abraham

Aktifis-advokat muda itu akhirnya terpilih sebagai Ketua KPK. Usianya baru 44 tahun. Setelah melalui drama di Setgab, final juga Abraham Samad melaju ke posisi paling menentukan di KPK. Media massa banyak memujinya sebagai seseorang yang punya integritas dan keberanian. Pada sejumlah media massa, Abraham Samad berjanji untuk membawa semangat Baharuddin Lopa dalam memimpin KPK. Ia […]

Read the rest of this entry »

Saya Malu…

Ini tulisan lama. Saya buat catatan ini pada tanggal 26 Desember 2005, untuk dikirimkan ke sebuah mailing list pelajar Indonesia di Australia. Dalam tulisan ini saya sampaikan kesan yang saya peroleh saat pulang ke Yogyakarta dalam suasana natal. Sebagian besar kesan yang muncul saat itu masih terasa relevan hingga kini… SAYA MALU… Ada yang senantiasa […]

Read the rest of this entry »

Setelah Geram Reda

Gayus HP Tambunan. Itulah nama yang kini menjadi buah bibir, terutama sejak erupsi Merapi dan kunjungan Obama tak lagi teramat sexy di media. Anak muda 30an tahun, PNS bergolongan biasa-biasa saja ini membetot perhatian kita habis-habisan. Uang ratusan milyar rupiah, melenggang-kangkung ke Bali saat ia seharusnya mendekam di penjara Brimob, adalah tamparan yang diberikannya ke […]

Read the rest of this entry »

Kawan

Aku memandangimu dengan termangu, Kawan Atau sepatutnyakah aku meremaskan getar sedih di tanganku padamu? Aku ingin menemuimu Sungguh

Read the rest of this entry »

Empat Huruf yang Mahal

Dalam perjalanan pulang dari Medan minggu lalu, ada kejadian menarik yang membuat saya sedikit merenung. Kejadian ini berlangsung di pesawat yang membawa saya ke Yogyakarta usai transit selama 2 jam di Bandara Sukarno-Hatta.

Read the rest of this entry »

Berbeda Itu Melelahkan?

Berbeda, apalagi berbeda pikiran dan pendapat, itu melelahkan — paling tidak buat sebagian orang. Jika perbedaan pikiran dan pendapat itu sudah terlalu melelahkan, maka tak jarang orang mengambil langkah-langkah pintas untuk meredakan perbedaan. Tentu saja, langkah pintas bukanlah langkah yang sangat ideal. Tak jarang justru persoalan dan perbedaan baru yang dimunculkan oleh langkah pintas itu.

Read the rest of this entry »

Syirik…!

Tadi malam saya bermimpi datang ke Masjid Nabawi di Madinah. Bukan sekali dua-kali saya bermimpi melihat masjid indah ini. Namun malam tadi, ada beberapa detail yang tak pernah saya lihat di mimpi-mimpi sebelumnya. Mihrab indah itu terpampang jelas dalam pandangan batin saat tidur. Wewangian dan kaligrafi di makam Rasululullah itu tersimak begitu jelas. Saya terbangun […]

Read the rest of this entry »