Abdul Gaffar Karim

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Archive for the 'Sosok' Category

Kisah-kisah Hantu*

Tanggal 30 September 2016 malam, saya mengisi sebuah acara diskusi yang dadakan oleh sebuah komunitas di kawasan selatan Yogyakarta. Tema diskusi yang bertepatan dengan “ulang tahun” peristiwa G-30-S itu adalah tentang rekonsiliasi nasional untuk merajut bangsa yang agak terbelah karena konflik ideologis. Dalam diskusi ini saya menyampaikan pandangan pokok, bahwa terkait dengan peristiwa-peristiwa pasca G-30-S, […]

Read the rest of this entry »

Ennahda

Sore kemarin usai sebuah sesi workshop di Novotel Tunis, seorang peserta, perempuan 50an tahun, mendekat dan mengulurkan tangan menyalamiku. Kuberikan tangan menyambut ajakan salamannya. “Merci, monsieur Karim,” katanya.

Read the rest of this entry »

Damardjati

Setiap berkendara dari perempatan Kamdanen, ke timur ke arah Jalan Kaliurang, aku selalu melintasi rumah almarhum Prof. Damardjati Supadjar. Setiap kali pula, aku teringat sebuah percakapan dengan beliau, yang bagiku sangat inspiratif. Tahun 90an awal, Pak Damar beberapa kali mengisi acara di Masjid Ashshiddiqi, Demangan — sebuah masjid kecil yang aku turut mengurusnya. Ceramah beliau […]

Read the rest of this entry »

“Jokowi adalah Kita”

Frase di atas banyak digunakan oleh pendukung, relawan dan jurkam Jokowi selama masa pilpres. Dengan frase ini, publik diajak untuk turut merasa memiliki Jokowi, serta melihat capres ini sebagai personifikasi kepentingan bersama. Dengan saingan kandidat sebelah yang mudah ditunjuk kesalahan masa lalunya, Jokowi menang pilpres dengan agak mengejutkan: selisih suaranya tak cukup tebal.

Read the rest of this entry »

Plutokrasi: Politik Para Tajir

Akhirnya, yang dihebohkan publik selama beberapa minggu ini mulai menemukan titik klimaksnya. Senin (19/5), dua pasangan capres-cawapres dideklarasikan pada publik. Di Gedung Joang 45, Joko Widodo dan Jusuf Kalla dideklarasikan sebagai pasangan capres-cawapres oleh PDIP dengan dukungan Nasdem, PKB dan Hanura. Di Gedung Polonia, giliran Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dideklarasikan sebagai pasangan capres-cawapres oleh […]

Read the rest of this entry »

Indonesia yang Arab?

4 Oktober 1934, sejumlah pemuda keturunan Arab di kawasan yang kini Indonesia mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab. Isi sumpah itu adalah: (1) Tanah Air Peranakan Arab adalah Indonesia, (2) Peranakan Arab harus meninggalkan kehidupan mengisolasi diri, dan (3) Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah air dan bangsa Indonesia.

Read the rest of this entry »

Tragedi, Buat Siapa?

Lengsernya seorang Presiden, tentu bukan fenomena biasa. Tanpa bermaksud membeda-bedakan manusia karena jabatannya, namun pemecatan seorang Kapolsek karena kasus pungli, misalnya, pastilah punya skala sebab dan akibat yang jauh lebih kecil daripada terjungkalnya Presiden RI. Lengsernya Bung Karno karena kudeta inkremental, Pak Harto karena rapuhnya pondasi kekuasaan di penghujung 1990an, dan Gus Dur karena konflik […]

Read the rest of this entry »

Kemana Presiden Kita?

Jumat malam hingga Sabtu dini hari (5-6/10/2012) kemarin, HP saya diramaikan oleh silang informasi. Teman-teman aktivis masyarakat sipil di Jakarta mengabarkan bahwa provos Polri (yang dimaksud adalah Profesi dan Pengamanan [Propam] Polri) menggerebek KPK, untuk menangkap seorang penyidik KPK, anggota Polri berpangkat Kompol. Sejumlah elemen masyarakat sipil sigap berkumpul di KPK, serta saling mengabarkan bahwa […]

Read the rest of this entry »

Pembebasan

Tanggal 30 Desember ini, tepat dua tahun Gus Dur wafat menurut hitungan Masehi. Haulnya diperingati dalam minggu-minggu ini, sebab dalam hitungan Hijriyah, tanggalnya sudah tiba beberapa waktu yang lalu. Tahun pertama sejak wafatnya Gus Dur boleh dianggap sebagai tahun berduka-cita bagi yang merasa kehilangan tokoh ini. Namun tahun kedua dan ketiga, duka-cita itu boleh dianggap […]

Read the rest of this entry »