Abdul Gaffar Karim

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Plutokrasi: Politik Para Tajir

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 20• May•14

Akhirnya, yang dihebohkan publik selama beberapa minggu ini mulai menemukan titik klimaksnya. Senin (19/5), dua pasangan capres-cawapres dideklarasikan pada publik. Di Gedung Joang 45, Joko Widodo dan Jusuf Kalla dideklarasikan sebagai pasangan capres-cawapres oleh PDIP dengan dukungan Nasdem, PKB dan Hanura. Di Gedung Polonia, giliran Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dideklarasikan sebagai pasangan capres-cawapres oleh Gerindra dengan dukungan Golkar dan sejumlah partai Islam: PAN, PKS dan PPP.

(Baca Selengkapnya. . . )

“Mau Cerdas Kok Susah”

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 20• Mar•14

Salah satu tujuan pendidikan politik adalah untuk mewujudkan pemilih yang cerdas, yang mampu menentukan pilihan secara logis berdasarkan informasi yang cukup. Kebanyakan lembaga yang melakukan program pendidikan pemilih mentargetkan hal serupa. Mungkin tak banyak yang mengetahui bahwa keinginan untuk mewujudkan pemilih yang cerdas itu ternyata bisa sangat sulit. Pengalaman saya dengan beberapa program yang kami kelola di Jurusan Politik dan Pemerintahan (JPP) UGM menunjukkan bahwa upaya mengajak pemilih untuk menggunakan pilihan secara cerdas itu sama sekali tidak mudah.

(Baca Selengkapnya. . . )

Ketuk Palu Pemilu Serentak

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 25• Jan•14

Palu sudah diketukkan. Kamis lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan pengujian UU No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang diajukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu. Dalam Putusan No. 14/PUU-XI/2013, MK menyatakan Pasal 3 ayat (5), Pasal 12 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 14 ayat (2), dan Pasal 112 UU Pilpres bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Pasal yang mengharuskan Pilpres dilaksanakan seteleh Pilleg kini tiada lagi.

(Baca Selengkapnya. . . )

Asset Penguasa

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 27• Oct•13

Sebenarnya tak ada yang keliru dengan apa yang dikatakan oleh Mendagri Gamawan Fauzi. Dalam Rakornas Pengelolaan Kawasan Perkotaan 2013 di Jakarta, Mendagri yang mantan Gubernur Sumatera Barat ini mengatakan bahwa pemerintah daerah harus meningkatkan kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) di daerahnya. Ormas, kata Mendagri, adalah asset bangsa.

(Baca Selengkapnya. . . )

Indonesia yang Arab?

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 05• Oct•13

4 Oktober 1934, sejumlah pemuda keturunan Arab di kawasan yang kini Indonesia mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab. Isi sumpah itu adalah: (1) Tanah Air Peranakan Arab adalah Indonesia, (2) Peranakan Arab harus meninggalkan kehidupan mengisolasi diri, dan (3) Peranakan Arab memenuhi kewajibannya terhadap tanah air dan bangsa Indonesia.

(Baca Selengkapnya. . . )

Persneling Presiden

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 20• Sep•13

Enakkah menjadi Presiden RI? Saya yakin ini bukan tugas mudah. Lihat betapa nampak lelahnya wajah SBY. Tak pernah kita lihat ia tersenyum lepas. Hidupnya seperti penuh beban. Tatap matanya tak segar. Pastilah tugas sebagai Presiden RI sangat berat baginya. Untung masih ada kita, rakyat Indonesia tempatnya curhat.

Meski tugas presiden nampak begitu berat, antrian orang untuk mengejar jabatan ini selalu panjang. (Baca Selengkapnya…)

Politik Wajah

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 12• Jul•13

Tak sampai setahun lagi, kita akan berpemilu. Sebagai rakyat, sekali lagi kita harus urun-peran dalam pemerintahan. Demokrasi mensyaratkan peran rakyat untuk memutuskan siapa yang akan memimpin mereka, dan siapa yang akan mewakili mereka di lembaga legislatif. Demokrasi juga mensyaratkan bahwa rakyat memutuskan pilihan mereka dengan rasional. Untuk itu, rakyat semestinya tahu siapa yang akan dipilih dalam pemilu 2014. Tak cuma tahu tentang siapa mereka, rakyat juga harus tahu apa yang dijanjikan oleh para kandidat.

Sekarang pertanyaannya, tahukah para pemilih tentang para kandidat yang akan berlaga dalam pemilu legislatif dan pilpres 2014? Tahukah pemilih tentang apa yang orang-orang itu akan lakukan?

(Baca Selengkapnya…)

Bendera Kita Turunkan

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 30• May•13

Tahun 1997, senjakala Orde Baru dimeriahkan oleh aliansi antara PPP dan PDI di akar rumput. Wacana aliansi itu kondang dengan sebutan Mega-Bintang (merujuk pada Megawati yang Ketua DPP PDI dan Bintang yang merupakan tanda-gambar PPP waktu itu). Sayang, Mega-Bintang ini tak menemukan formulasi tepat di level elite, dan akhirnya kandas. Namun Megawati terus bersinar sejak itu, mendominasi PDI dan kemudian PDI-P (1999). Ia tetap ‘bintang’.

(Baca Selengkapnya…)

Infeksi Sekunder

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 03• May•13

Selain artis, nama siapa sajakah yang masuk dalam daftar calon legislatif 2014? Kita tahu bahwa ada belasan nama dari Partai Demokrat yang terkait dengan keluarga Cikeas (atau tepatnya trah Sarwo Edhie Wibowo). Di Yogya, Partai Golkar menempatkan nama Siti Hediati Hariyati — entah ada hubungannya atau tidak dengan beredarnya stiker “penak jamanku toh?” Di Yogya juga, ada nama Hanafi Rais lewat PAN.

(Baca Selengkapnya…)