Abdul Gaffar Karim

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Yang Muda Yang Korupsi

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 09• Feb•12

Tahun 1977 Sjuman Djaja membuat sebuah film berjudul ‘Yang Muda Yang bercinta’. Dalam film ini WS Rendra membacakan sebuah puisi pembuka yang berisikan kritik sosial-politik yang amat tajam, dan turut mempopulerkan film tersebut. Kini, 35 tahun kemudian, andai Sjuman masih hidup, mungkin ia akan membuat sebuah film yang juga akan terkenal: ‘Yang Muda Yang Korupsi’.

(Baca Selengkapnya…)

Pembebasan

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 30• Dec•11

Tanggal 30 Desember ini, tepat dua tahun Gus Dur wafat menurut hitungan Masehi. Haulnya diperingati dalam minggu-minggu ini, sebab dalam hitungan Hijriyah, tanggalnya sudah tiba beberapa waktu yang lalu. Tahun pertama sejak wafatnya Gus Dur boleh dianggap sebagai tahun berduka-cita bagi yang merasa kehilangan tokoh ini. Namun tahun kedua dan ketiga, duka-cita itu boleh dianggap sudah reda, dan kini tiba waktunya untuk membahas tentang warisan.

(Baca Selengkapnya…)

Abraham

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 05• Dec•11

Aktifis-advokat muda itu akhirnya terpilih sebagai Ketua KPK. Usianya baru 44 tahun. Setelah melalui drama di Setgab, final juga Abraham Samad melaju ke posisi paling menentukan di KPK. Media massa banyak memujinya sebagai seseorang yang punya integritas dan keberanian. Pada sejumlah media massa, Abraham Samad berjanji untuk membawa semangat Baharuddin Lopa dalam memimpin KPK. Ia juga menjamin dirinya akan bersih dari intervensi politik DPR.

Tapi tak sedikit pula media massa yang meragukan kemampuan Abraham untuk mengelak dari intervensi DPR. Kemenangannya hari Jumat (2/12) lalu dinilai sejumlah orang sebagai bukti kompromi awal dengan kelompok tertentu di DPR.

Bagaimana kita sebaiknya menilai Abrahan Samad, kepemimpinannya di KPK, dan posisinya di hadapan DPR?

(Baca Selengkapnya…)

Plat Mobil

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 16• Oct•11

Pernahkah Anda perhatikan sejumlah anomali di jalan raya kita? Misalnya, di perempatan jalan yang padat, seringkali sebuah mobil ambulans kesulitan untuk menerobos jalan, sedangkan di dalamnya ada orang sakit yang butuh penanganan segera. Sirine yang meraung-raung tak membuat pengguna jalan menyingkir. Polisi di perempatan jalan pun tak selalu sigap membantu ambulans ini untuk segera tiba di rumah sakit. Ini urusan nyawa orang, dan tak ada sistem yang nampak bekerja optimal.

(Baca Selengkapnya…)

KKN SBY

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 15• Oct•11

SBY jelas-jelas sedang melakukan KKN. Tapi bukan, KKN yang saya maksud ini bukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Meski saya tak hendak mengatakan bahwa SBY steril dari KKN pengertian itu, yang saya maksud dengan KKN kali ini adalah Kuliah Kerja Nyata, seperti yang diselenggarakan oleh banyak Perguruan Tinggi di Indonesia bagi mahasiswa semester akhir. Seluruh sepak terjang politik SBY dan kabinetnya betul-betul adalah sebuah Kuliah Kerja Nyata yang sangat penuh pembelajaran dan pengkayaan pengalaman.

(Baca Selengkapnya…)

Kok Nambah Orang, Pak?

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 15• Oct•11

Selama pemerintahan SBY, setahun sekali gojekan itu muncul — selalu sekitar Oktober. Ada orang yang bertanya pada temannya, “ditelpon Cikeas, nggak?” Atau ada yang berkelakar, “wah HP saya semalam habis batere, jangan-jangan ada telpon dari Cikeas…”

Tapi tahun ini, kelakar itu nampaknya jadi kenyataan. Minimal ada tiga orang yang ditelpon Cikeas, dengan permintaan untuk menemui SBY. Sapta Nirwandar (Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata), Wardana (Dubes RI untuk Singapura), dan Prof. Ali Ghufron Mukti (Dekan FK UGM), tak sedang digoda orang ketika mereka menerima telpon dari Cikeas. Mereka betul-betul sedang ditunggu oleh Sang Presiden, untuk ditawari jabatan Wakil Menteri. Mereka sedang kagem.

(Baca Selengkapnya…)

Jika Bukan NKRI

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 05• Oct•11

Hari Minggu yang lalu, di pelosok selatan bumi Yogya, mobil saya tertahan tak bisa berjalan lancar di depan sebuah balai desa. Di lapangan seberang balai desa rupanya sedang ada keramaian, sehingga jalan tak lebar yang membentang di antara kedua tempat itu jadi penuh sesak. Keramaian itu adalah bagian dari penyambutan terhadap Hari TNI tanggal 5 oktober ini. Di atas panggung yang dibangun di tengah lapangan, saya melihat sebuah spanduk besar yang menegaskan dukungan TNI terhadap keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

(Baca selengkapnya…)

Mengajarkan Kebodohan

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 21• Sep•11

Apa yang terjadi jika reshuffle kabinet dilakukan sejak dulu? Seperti apa suasana panggung politik Indonesia kalau saja setiap gesekan dalam kabinet koalisi disusul oleh kocok-ulang kabinet oleh SBY? Jawabnya bisa beragam. Bisa saja pemerintahan akan segera efektif karena reshuffle itu berarti mengganti menteri buruk dengan menteri yang (lebih) baik. Bisa pula sama saja, sebab mungkin parpol-parpol koalisi tak punya stok orang baik untuk disodorkan pada Sang Presiden.

(Baca selengkapnya…)

Menakar Kesetiaan

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 19• Jul•11

Lagi-lagi soal reshuffle kabinet. Pembaca yang berbahagia, selama SBY menjadi Presiden Indonesia, berapa seringkah Anda mendengar isu reshuffle berhembus? Cukup sering bukan?

Rasanya baru kemarin sore kita mendengar kabar burung bahwa Presiden akan melakukan reshuffle kabinet untuk mengganti menteri yang tak cakap menjalankan tugas. Kabar itu ternyata tak terbukti kebenarannya. Kini kembali kita mendengar kabar serupa. (Baca selengkapnya…)