Abdul Gaffar Karim

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
<< BERANDA


Dia Pahlawan, Sebab…

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 10• Jun•07

Tulisan ini adalah sebuah tribute untuk seseorang. Tulisan ini bisa terlambat, bisa pula terlalu awal. Mungkin seharusnya tribute ini ditulis pada tanggl 6 Juni. Mungkin malah seharusnys ditulis lebih awal pada 1 Juni. Namun mungkin terlalu dini ditulis sekarang, sebab bisa jadi, tribute ini seharusnya ditulis tanggal 17 Agustus.

Tanggal-tanggal itu penting, sebab orang yang sedang kita bincangkan ini dilahirkan tanggal 6 Juni, memberikan sebuah sumbangsih besar bagi penemuan diri sebagai bangsa pada tanggal 1 Juni, dan menjadi buah bibir paling masyhur karena apa yang dilakukannya bersama tokoh lain pada tanggal 17 Agustus. Ia adalah Sukarno.

Mengapa bagi saya ia adalah seorang pahlawan? Kita bisa memberikan jawaban berdasarkan fakta sejarah secara panjang lebar. Namun kalau boleh, ijinkan saya memberikan jawaban paling subjektif, mengapa saya menobatkannya sebagai seorang pahlawan dalam hati saya yang paling dalam.

Saya ‘mengenal’ dia pada tahun 1978, nyaris tanpa sengaja. Saat itu saya belajar bersama dengan teman saya di SD, dengan metode tanya-jawab menggunakan sebuah buku himpunan pengetahuan umum. Bergantian, kita melontarkan pertanyaan berdasarkan buku itu. Yang dilontari pertanyaan harus menjawabnya tanpa menyimak buku. Teman saya ini bertanya, “siapakah presiden Indonesia yang pertama?”. Saya tak tahu jawaban atas pertanyaan itu. Saya kalah. Dan teman ini memberikan jawabannya: Insinyur Sukarno.

Sukarno. Ini kali pertama saya mendengar nama ini. Dan beberapa saat setelah itu, tahulah saya bahwa ia juga adalah proklamator–orang yang membacakan proklamasi. Saya bertanya kepada Bapak saya, apa itu proklamasi. Bapak menjawab, proklamasi adalah pernyataan kemerdekaan. Bagi seorang anak berusia 8 tahun, gabungan data itu cuma berarti satu hal: Sukarno adalah orang yang memerdekakan bangsa ini.

Kalau tak salah tahun 1979, Bapak membelikan saya sebuah buku berjudul Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku karya Guntur Sukarnoputra. Dari buku inilah saya mengenal BK lebih dekat. Pengenalan diri saya pada sosok BK berlanjut dengan buku-buku yang mengupas dia dari sisi humanistik–bukan buku sejarah yang canggih. Buku berikutnya yang saya dapat juga ditulis oleh Guntur, berjudul Bung Karno dan Benda-benda Kesayangannya. Dari buku ini saya tahu tentang peci BK, parfum Shalimar, tongkat komando, mobil-mobil kesukaannya, bahkan pena Parker yang suka ia pakai. Kisah lebih dalam tentang kehidupan tokoh ini saya baca di buku Kuantar ke Gerbang, sebuah otobiografi Inggit Garnasih yang ditulis oleh Ramadhan K.H. Namun buku yang paling mengesankan bagi saya adalah otobiografi BK yang ditulis oleh Cindy Adams berjudul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Bapak memberi buku ini untuk hadiah ulang tahun saya ke-12, tahun 1982. Ini buku cetakan lama, tahun 1965, yang didapat Bapak dari pedagang buku bekas di Surabaya.

Dari semua buku itulah saya memperoleh alasan kanak-kanak, mengapa BK adalah seorang pahlawan. Buat saya, dia adalah pahlawan sebab ia seorang manusia biasa (seperti digambarkan di buku-buku karya Guntur), yang bisa menjadi jagoan dan pembela kebenaran (seperti tergambar dalam karya Ramadhan K.H. dan Cindy Adams). Kanak-kanak lain mengenal Superman, Batman, atau Spiderman: manusia yang sehari-hari adalah orang biasa, namun bisa berubah menjadi jagoan yang sangat hebat dengan sangat cepat. Begitulah gambaran BK dalam benak kanak-kanak saya. Sangat sederhana.

Kelak ketika saya beranjak remaja, kecerdasan BK yang digambarkan oleh banyak buku, serta cara bicaranya yang banyak saya dengar di kaset-kaset rekaman pidato dia, adalah hal-hal yang memberi alasan bagi saya mengapa ia patut menjadi idola. Ia menjadi figur tempat saya membayangkan diri di masa depan. Saya bahkan pernah bercita-cita untuk menjadi insinyur teknik sipil seperti dia. Cita-cita ini saya pegang cukup lama, sampai keinginan untuk belajar ilmu politik mengalahkan segala hasrat belajar lainnya.

Di masa bukan-kanak-kanak dan bukan-remaja, BK tetap ternobatkan sebagai pahlawan bagi saya karena alasan-alasan yang lebih luas. Sejak SMA dan kuliah, saya membaca semakin banyak buku tentang BK dan sejarah Indonesia. Saya semakin mengenali bahwa dialah salah satu kontributor terbesar dalam imaginasi kebangsaan Indonesia. Ia, tentu saja bersama banyak tokoh lainnya, menjadi dream keeper terhadap ide kebangsaan Indonesia. Ia memiliki aura kepemimpinan yang sangat kuat, yang bisa membuat orang menaruh harapan dan kepercayaan padanya. Ia memenuhi kualifikasi pemimpin yang tak bisa dipenuhi oleh tokoh Indonesia manapun setelahnya. Di tengah kedahagaan akan pemimpin yang bisa menjadi kebanggaan diri di dalam, dan menjadi simbol martabat bangsa di luar, tokoh ini sungguh terlihat tak tertandingi. Sekarang tiap kali saya menyimak pemimpin di negeri lain yang begitu gigih meneriakkan martabat bangsa dan negeri-negeri serumpunnya, saya merasa betapa sangat ‘sepi’-nya negeri kita kini. Dulu media massa kerap memberitakan pemimpin Libya Muammar Qaddafi karena keberaniannya menyuarakan harga diri negara berkembang di hadapan adikuasa. Kini porsi perhatian itu tertuju, misalnya, pada Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Setiap kali tokoh yang bisa dibanggakan oleh negerinya ini diungkap oleh media, saya cuma bisa bergumam dalam hati, “negeriku dulu juga pernah punya pemimpin seperti itu”.

***

Artikel terkait: [1][2][3]

Bookmark and Share

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

14 Komen

  1. dipo says:

    saya terkesan dengan tulisan Bapak mengenai BK.Sejujurnya saya juga salah satu pengagumnya,meskipun tidak bisa menjalankan ajarannya..saya ingin menanyakan tentang buku yang ditulis oleh Guntur Soekarnoputra.Apakah Bapak mempunyai sumber buku tersebut untuk saya ketahui???dari dahulu saya ingin membacanya bahkan memilikinya.

    terima kasih
    d_misnadi@yahoo.com

  2. gaffar says:

    @ Bung Dipo, buku karya Guntur itu sdh lama sekali, kalau tdk salah cetakan tahun 1979 dan 1980. Saya pun sdh tdk tahu kemana lagi buku saya itu. Mungkin di yayasan pendidikan punyanya Rahmawati di Jkt itu punya buku2 itu

  3. Andrian says:

    Nama saya andrian, saya seorang pemuda Bangsa Indonesia tercinta. Jujur, saya bangga n salut akan cerita yang Bapak tulis. karena sangat jarang rakyat di Negara kita menghargai dan mengenang jasa2 para pahlawan yang membawa kita ke dalam kemerdekaan, bahkan tentang sejarah2ny,
    Hormat saya kepada para Pahlawan n Sangsaka Merah Putih .. Andrian

  4. Agus Rahayu says:

    Alhamdulillah masih ada orang yang mau menghargai BK, ajaran BK adalah untuk mengangkat bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa-bangsa didunia, tapi sayang kenyataan sekarang mayoritas bangsa ini belum mau melaksanakan Pancasila dan UUD 45. apabila mayoritas bangsa kita mau memahami dan melaksanakan Pancasila dan UUD 45 terutama jajaran para pemimpin dari tingkat pusat sampai daerah Insya Allah bangsa kita ini akan menjadi terhormat, kaya dan sejahtera. moto : “BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGETAHUI MENGHORMATI MENJADIKAN SURI TAULADAN PARA PAHLAWAN DAN SEJARAH BANGSANYA SENDIRI”. “HANYA DENGAN PERSATUAN KITA AKAN MENJADI KUAT, HANYA DENGAN KEKUATAN KITA AKAN MENJADI MENANG, HANYA DENGAN KEMENANGAN KITA AKAN MENDAPATKAN APA SAJA YANG KITA INGINKAN”. “TIDAK ADA SESUATU YANG SULIT DIDUNIA INI KECUALI MENGHADAPI KEMATIAN”. hanya satu tugas manusia dari Tuhannya yaitu (QS. Adzariyat : 56 )

  5. fauziah ray says:

    bung karno adalah tokoh yang sangat berkesan bagi bangsa indonesia

  6. Hariadi says:

    tolong kirimkan artikel tentang bung karno karena dialah pahlawan sejati koe !

  7. grasia noviasari says:

    Saya juga termasuk salah satu pengagum BK. Mulai mengenal nama beliau kelas 3SD ketika tanpa sengaja saya melihat buku penyambung lidah di rumah teman. Pada waktu itu saya melihat foto-fotonya (maklum masih kecil jadi belum tertarik membaca isinya). Dari foto2 BK saya langsung kagum melihat sosoknya, begitu mempesona sorot matanya bak sebuah magnet dan wajahnya lumayan tampan. Dalam hati saya waktu itu,luar biasa orang ini.Dan tak lama saya mencoba membaca sedikit2 sampai tamat, tambah kagumlah saya kepada beliau. Saya sangat bersyukur, sebagai rakyat Indonesia kita mempunyai tokoh besar seperti beliau. Jarang ada tokoh seperti beliau dan sepertinya tidak akan ada tokoh yang dapat menggantikannya

  8. Rephta says:

    BK merupakan sosok jenius utk character-building bangsa ini,setelah stagnant bahkan porak-poranda stelah di jajah 350 tahun oleh kolonialis. Beliau menjadi target yg membahayakan kaum imperialis…Sgt menyedih,..kaum imperialispun tlah berhasil menghancurkan sosok ini..dg cara adu domba dg bangsanya sendiri…Ya, Tuhan ..tolonglah bangsa ini ,agar terluruskan sejarahnya..sehingga bangsa ini menjadi sadar secara nasional…akan pentingnya character building,coz character bangsa ini sama sekali tak pernah dibangun secara nasional…Hiks-hiks……

  9. Rephta says:

    Sangatlah mustahil ada kolonialis berhasil menjajah selama 350 tahun, klu tidak dg menghancurkan penghancuran paling fundamental dari karakter dasar sebuah bangsa ,yakni pemahaman akan dasar2 kecerdasan religius sebuah bangsa. 1.Kolonialis melihat agama2 samawi akan sgt berbahaya ketika di implementasi pd sebuah bangsa yg notabene sudah kaya dg pemahaman religi2 sblmnya,spt hindu ,budha, animisme n dinamisme hindu kuno. Maka kolonialispun melihat ,bangsa itu akan mampu study banding akan hakikat ,bagaimana memanajemen dirinya berdasarkan petunjuk Tuhannya: yakni..Bahwa manusia di ciptakan Tuhan dg Nurani sbg pemimpin di dlm kehidupan jasmani manusia. Dan faktor internal-jasmaniah,yakni: otak(:brain),naluri insani(:human instinct),serta nafsu internal(:human emotion). Juga, faktor eksternal-jasmaniah, yakni: Akal(:intelejensi),Cinta(:love), n Nafsu eksternal(:energi satanic). Smwa itu ,diterangkan didlm kitab2 suci agama sblmnya jg kitab2 suci agama2 samawi..,inilah yg di rusak(:deculturisasi) oleh kaum kolonialis baik antar negara maupun antar kelompok. 2. Sosok Bung Karno adalah manusia jenius yg jelas2 berpotensi membangkitkan kecerdasan bangsanya sendiri maupun bangsa2 terjajah lainnya(:ingat konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bdg),yg jelas2 membahayakan kaum imperialis.!! Maka merekapun habis2an ingin melenyapkan Bung Karno dr panggung politik nasional maupun internasional…,akhirnya mereka para kaum imperialispun berhasil melenyapkannya,sekaligus menghancurkannya,dg cara adu-domba dg anak bangsanya sendiri yg ambisius-picik,dan terkulminasi pd tahun 1965,dg sejuta fitnah yg sulit diuraikan,krn mrk(:kaum imperialis) sgt yakin, smwa itu akan sulit di uraikan ,krn bangsa itu(:indonesia) tlah kehilangan jejak utk menelusuri pembangunan karakter-kecerdasan azasinya,krn kepentingan politik dan ambisi jg status-quo dari estafet kekuasaan dan kultur(:kebodohan)estafet kekuasaan yg bodoh dan picik dr pembantaian cita2 pencerdasan bangsa putera sang Fajar.! Hikz..Hikz..!!

  10. Atun Wardani says:

    Saya termasuk pengagum Bung KArno. Saya tahu banyak tentang beliau dari Otobiografi Bung KArno, kebetulan bapak saya jg pengagum beliau. Mungkin kalau Bung Karno bisa melihat bangsanya sekarang, beliau akan menangis melihat rakyatnya yang sudah tidak lagi mengenal persatuan dan kesatuan. KApan y Indonesia punya pemimpin yang seperti beliau. Thanx atas informasinya. Moga qta sebagai penerus bangsa bisa melanjutkan perjuanganya.

  11. yeni says:

    Saya sangat suka membaca buku tentang soekarnno apalagi tentang benda puusaka yang di milikinya dan perjuangnnya begitu hebat dan keras. SMOGA ALLAH SWT slalu melindunginya Amin……………………………………. …………………………………………….
    ……………………………………..
    ……………………………………….
    …………………………………….. Thank’s

  12. sandy says:

    beliau adalah manusia yang punya hati kuat dan kemauan keras untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara…………..

    beliau juga seorang pemimpin sejati…..

    pemimpin yang bisa mengerti akan kesengsaraan rakyatnya………

    kapan lagi sosok seperti beliau memimpin bangsa kita?????????????

  13. teguh_kediri says:

    Sekarang susah cari pemimpin seperti
    beliau “BUNG KARNO”

  14. totok basuki says:

    memang soekarno sudah tiada lagi tapi semngatmu,prinsipmu,dan rasa nasionalmu harus di terapkan di negri ini dan juga pasti ada penggantimu di negri ini bung karno trimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *