Abdul Gaffar Karim

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
<< BERANDA


Bani Syarqawi

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 06• Sep•07

Ini tema yang pernah saya angkat di paper yang saya presentasikan bulan Pebruari lalu di Voices of Islam in Southeast Asia (VISEA) di Walailak University, Nakhon Si Thammarat, Thailand. Bani Syarqawi adalah nickname yang kadangkala digunakan untuk merujuk sebuah kelompok elit politik berbasis pesantren yang sangat kuat di Sumenep, dan mendominasi politik dan pemerintahan di kota ini khususnya sejak tahun 1999. Nama Bani Syarqawi mengacu pada kalangan yang memiliki ikatan genealogis pada seorang tokoh ulama penting yang hidup di Sumenep pada abad ke-19 bernama Kiai Syarqawi–namun secara longgar istilah itu juga mengacu pada mereka yang memiliki kaitan pendidikan atau hubungan guru-murid dengan jejaring pesantren yang terkait dengan Kiai Syarqawi.

Salah satu area di An Nuqayah -- gambar di-link dari http://www.manalagi.com/jamesplace/indonesia/madura/school.htmlSentra jejaring ini adalah sebuah pesantren besar bernama An Nuqayah yang terletak di desa Luk-Guluk (kadang ditulis sebagai Guluk-Guluk, namun pelafalan yang lazim menurut kaidah bahasa Madura adalah Luk-Guluk).

Pesantren ini memiliki sejarah panjang. Ia dimulai dengan sebuah kejadian yang nyaris tanpa sengaja.

Suatu ketika, seorang ulama dan pedagang dari Parenduan, sebuah desa di pesisir selatan Sumenep, pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Dalam perjalanan di kapal laut, ulama ini berkenalan dengan seorang ulama lain yang lebih muda, berasal dari kota Kudus. Ulama Parenduan ini sangat terkesan dan segera menjadi sangat dekat dengan si ulama muda dari Kudus.

Ketika berada di tanah suci, si ulama asal Parenduan jatuh sakit. Ia merasa ajalnya sudah dekat, sehingga berpesanlah ia pada kawan barunya dari Kudus itu, agar si kawan bersedia menikahi istrinya jika Allah berkenan memanggil-nya pulang saat berada di tanah suci. Ketika Kiai Gemma, si ulama asal Parenduan itu meninggal, maka Mohammad Syarqawi, si ulama muda asal Kudus itu, menikahi jandanya pasca ‘iddah dan kemudian turut pulang ke Parenduan.

Di desa inilah Kiai Syarqawi mendirikan sebuah pesantren kecil untuk memulai kegiatan dakwah dan pendidikan keagamaan. Tak lama berada di sana ia sudah dikenal sebagai ulama yang handal. Namun, beberapa tekanan sosial sedikit memaksa Kiai Syarqawi untuk memikirkan relokasi pesantrennya. Ia kemudian memutuskan untuk pindah ke arah utara, ke desa Luk-guluk. Pesantrennya di Parenduan kemudian dilanjutkan oleh Kiai Chotib, dan kelak akan berkembang menjadi pesantren modern Al Amin (yang menerapkan manajemen dan metode serupa di Gontor).

Peta SumenepDi Luk-guluk kiai Syarqawi memulai sebuah pesantren di area bekas sebuah kandang kuda. Catatan tertulis menyebutkan bahwa Kiai Syarqawi mendirikan pesantren ini pada tahun 1887. Di sini pulalah ia memulai sebuah network genealogis penting.

Kiai Syarqawi memiliki sejumlah istri. Beberapa sumber menyebutkan ia memiliki total 6 istri–istri kelima dan keenam dinikahi setelah dua istrinya yang pertama meninggal. Catatan silsilahnya menyebutkan Kiai Syarqawi memiliki 25 orang putra dan putri, baik di Kudus (dari istri pertamanya) maupun di Sumenep.

Keturunan yang di Sumenep itulah yang sejak awal abad ke-20 mulai membangun jejaring elit ulama di kota kecil ini, berpusat di pesantren kiai Syarqawi yang tak lama kemudian berkembang menjadi sebuah compound yang terdiri dari beberapa sub-pesantren. Ketika kiai Syarqawi meninggal pada tahun 1910, pimpinan pesantren ini dilanjutkan oleh putra-putranya, kiai Bukhori dan kiai Idris. Saat itu beberapa putra-nya yang lain masih menempuh pendidikan di berbagai pesantren di Jawa, Madura, dan Timur Tengah.

Tahun 1920an, sejumlah putra almarhum kiai Syarqawi pulang ke Luk-guluk usai menyelesaikan pendidikan. Masing-masing kemudian membangun pesantren sendiri dalam compound warisan sang ayah. Kiai Ilyas mendirikan pesantren di area yang kini dikenal sebagai Lubangsa, berdekatan dengan area asli pesantren kiai Syarqawi yang disebut sebagai Dhalem Tenga (=Gedung Tengah). Kiai Abdullah Sajjad kemudian mendirikan pesantrennya sendiri di area yang kini dikenal sebagai Latee. Sementara itu seorang menantu (yang sekaligus dulunya adalah santri) kiai Syarqawi bernama kiai Hussaini mendirikan pesantren di area yang berdekatan namun tak lagi termasuk dalam compound inti kiai Syarqawi, yakni pesantren Al Furqan di Sabajarin.

Pada pertengahan tahun 1930-an terjadi beberapa perkembangan penting terhadap pesantren-pesantren ini. Perkembangan utama adalah mulai dibentuknya lembaga konfederasi terhadap pesantren-pesantren Lubangsa, Al Furqan dan Latee, yang diberi nama An Nuqayah. Nama ini diambil dari judul sebuah kitab karya Jalaluddin al Suyuti yang berisikan 14 bab tentang ilmu pengetahuan. Perkembangan lain yang juga penting adalah mulai digunakannya sistem madrasi untuk melengkapi sistem sorogan dan wetonan yang sudah digunakan sejak era kiai Syarqawi. Sistem madrasi ini diperkenalkan oleh kiai Khazin, putra kiai Ilyas.

Pada awal tahun 1960-an, kiai Hasan Bashri, salah seorang menantu kiai Ilyas, menambahkan lagi satu pesantren terhadap konfederasi An Nuqayah ini. Pesantren ini didirikan di area yang kini dikenal sebagai Nirmala. Sedikit berbeda dari keluarga besar kiai Syarqawi, kiai Hasan Bashri adalah ulama yang memiliki visi terbuka tentang mazhab fiqh, dan tidak secara khusus menganggap mazhab Syafii lebih superior dibandingkan mazhab lainnya.

Beberapa tahun setelah Nirmala, kiai Ishomuddin, putra kiai Abdullah Sajjad mendirikan satu lagi pesantren, sementara kakaknya kiai Basyir meneruskan kepemimpinan di Latee. Kini terdapat lima pesantren dalam gugus An Nuqayah.

Di luar kelima pesantren dalam sentra jaringan putra-putra kiai Syarqawi ini, sejumlah pesantren lain juga didirikan baik oleh menantunya, maupun mantan murid-muridnya, dengan tetap menjaga afiliasi sosial kepada An Nuqayah. Ini turut menguatkan jejaring sekaligus kompetisi di antara kelompok elit agama yang kian lama kian besar ini.

Dari generasi pertama, salah satu menantu kiai Syarqawi bernama kiai Imam merupakan akar dari salah satu ekstensi jejaring Bani Syarqawi. Putri kiai Imam menikah dengan kiai Ali Wafa yang memiliki pesantren di sebuah desa pesisir utara bernama Ambunten. Kelak pesantren ini (sekarang bernama Al Aswaja) menjadi sangat penting secara sosial dan politik, sebab sebagian besar santri dan jaringan sosialnya menyebar di area kepulauan Sumenep. Cucu kiai Ali Wafa saat ini adalah Ketua PKB di Sumenep.

Dari generasi kedua, putri kiai Ilyas menikah dengan kiai Siradjudin yang mendirikan pesantren Nurul Islam di Bluto, sebuah desa ke arah selatan Luk-Guluk. Pimpinan pesantren Nurul Islam, putra kiai Siradjudin bernama kiai Ramdlan, adalah Bupati Sumenep sejak tahun 2000.

Di DPRD sejumlah cucu kiai Syarqawi juga memainkan peran penting. Tokoh paling menonjol, dengan karier politik paling panjang, adalah kiai Warits Ilyas yang pernah menjadi anggota MPR dan kini memegang jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Sumenep. Ulama dan politisi senior ini kerap menunjukkan kualitas-nya sebagai playmaker politik handal.

Bani Syarqawi, sebuah elit berbasis agama, telah mentransformasi diri menjadi elit politik.

Bookmark and Share

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

34 Komen

  1. merlyna says:

    deskripsi sejarawi yang menarik sekali! penasaran, apakah ada bani lain (elit relijius lain) yang juga bertransformasi menjadi elit politik dengan proses yang serupa dengan bani Syarqawi?

    oh ya, saya juga akan memasukkan url blog ini ke blogroll saya, ya?
    salam,
    m

  2. gaffar says:

    Thanks… saya sudah masukkan website anda ke blogroll (‘komunitas’) saya.

    Kisah Bani Syarqawi ini barangkali akan banyak ditemukan dalam politik lokal, dimana relasi2 informal ditransformasikan dalam relasi formal politik.

    Kalau di Thailand selatan, beberapa Tuk Guru juga memiliki keluarga besar yang berkembang menjadi elit politik.

  3. merlyna says:

    ya, persis yg seperti saya bayangkan. kisah seperti ini sepertinya tipikal, bahkan di Amerika Serikat sekalipun… misalnya kalau melihat cikal bakal gerakan politik kristen tertentu. akan menarik untuk membuat studi banding antara religious streams yang berbeda di locales yang berbeda pula.

  4. gaffar says:

    Thx for the very insightful comment. betul sekali, perbandingan (atau mengkaji dua daerah dgn karakter berbeda without necessarily membandingkan) akan sgt menarik, yg saya tulis ttg bani syarqawi ini adalah cuplikan dr sebagian data disertasi yg sedang saya susun. dlm disertasi itu sy melihat peran pesantren di sumenep (predominantly muslim) dan gereja di manado (predominantly christian) dalam dua pilkada terakhir. senang kalau saya nanti bisa dapat komen dr anda.

  5. M Mushthafa says:

    Ada lagi satu hal menarik yang belum diulas di sini: tentang bagaimana dalam tubuh Bani Syarqawi sendiri ada beragam aliran politik yang berkembang di Sumenep. Afiliasi politik mereka tak sama, mulai dari PKB, PPP, PAN, PBB, PKS, bahkan di Golkar juga ada. Rata-rata mereka memang berpengaruh di masing-masing partai itu. Bagaimana ini bisa terjadi? Mungkin akan menarik jika dibandingkan dengan Bani Khalil di Bangkalan, yang lebih seragam. Konflik dan ketegangan macam apa yang terjadi? Bagaimana mereka bernegosiasi?

  6. gaffar says:

    @Musthafa… betul sekali. Ada afiliasi politik yg beragam di An Nuqayah, dan boleh dibilang, itulah miniatur politik Sumenep. Saya ingin menulis itu sebagai ‘Bani Syarqawi part 2’ kalau ada waktu ๐Ÿ™‚

    BTW, tulisan in sy cuplik dr salah satu bagian di rencana disertasi saya. Anda di Sabajarin rupanya ya… senang sekali kalau kita bisa diskusi lebih lanjut.

  7. Papabonbon says:

    benarik menarik nih. sosiologi agama dan politik selalu jadi ketertarikan saya. eh, mbak merlina, kalau contoh genealogi kristen di amerika seperti yg mbak merlina ceritakan itu, boleh dong di share linknya …

  8. Insan Kamil says:

    Menarik sekali. bagaimana hubungan Bani Syarqawi dengan elit-elit agama dan pilitik diluar Bani Syarqawi?

  9. I Just wanna say thanks for your article on Bani Syarqawi, cause it gives useful explanations, especially for myself…!!!

  10. atiqullah says:

    Saya Ingin tanya :
    1. Apakah di Annuqayah dipimpin secara kolektif ?
    2. Kolektivitas kepemimpinan di Annuqayah seperti apa ?
    3. Bagaimana proses pengambilan keputusannya di Annuqayah ?
    4. Bagaimana penyelesaian konfliknya di Annuqayah ?
    5. Bagaimana pembangunan tim-nya di Annuqayah ?
    Siapa yang menjawab pertanyaan saya ini

    Gaffar jawab:
    An Nuqayah adalah sebuah konfederasi pesantren2. Kepemimpinan di Yayasan An Nuqayah dikelola oleh sebuah pengurus. Tapi di bawah yayasan itu, setiap pesantren dipimpin oleh kiai masing-masing. Ttg konflik dan lain-lain, nanti kita bisa diskusikan lebih lanjut via email.

  11. Drs. KH. Moh. Muhsin Amir says:

    Pon. Pes. Annuqayah Yang didirikan oleh KH.Syarqowi Tahun 1887 hingga saat ini belum mempunyai tata tertib kepesantrenan yang baku dan tertulis secara legal-formal, hal ini dikarenakan masing-masing persepsi kyai di Pesantren ini setelah wafatnya almarhum KH.Moh.Amir Ilyas (pengasuh ke empat dan dikenal dengan istiqoah-nya) tidak lagi terpusat dan terkesan “maunya sendiri”. Oleh karena itu, menurut saya Annuqayah harus punya Tata Tertib yang memayungi semua kepentinga … !!!

    Gaffar: Ini kiai Muhsin putranya kiai Amir Ilyas kah? Saya senang sekali kiai berkenan mampir ke sini dan memberikan komen. Mudah2an bisa sgr terwujud adanya Tata Tertib payung tsb.

  12. atiqullah says:

    Saya ingin melajutkan diskusi tentang penyelesaian konflik dan pembangunan tim yang solid di Annuqayah, saya fikir menarik bagaimana tidak, karena latar belakang aliran politik kyai yang berbeda menjadikan Annuqayah tetap eksis di kalangan masyarakat, hingga pada saat tertentu tidak terdengar konflik sama sekali dan bagaimana pula dalam pengambila keputusan di Annuqayah ini? Trims

  13. Wazeen says:

    Sy baru trima email dari K.Musthofa tentang respon Kyai Muhsin ini.

    Luar biasa efek penetrasi internet di pesantren, sy kira inilah saatnya kita membuka lebar-lebar kran dialog yang lebih komunikatif dan santun di kalangan pesantren, dan selamat datang d blogsfer. Merespon komentar di “atas”, saya kira perbedaan persepsi sah-sah saja jika hal itu terjadi asal diatur secara santun dan berakhlakul karimah, dan satu lagi otokritik okey okey saja, dan lebih okey lagi jika disertai dengan solusi yang cerdas dan tidak terus menerus mengeluh terhadap situasi yang ada. Bukan begitu pak Kyai? Okey bagaimanapun juga, selamat datang di dunia blogsfer pak kyai.

  14. arits says:

    saya bangga menjadi bagian dari annuqayah. telah lebih seuluh tahun saya mengenal annquayah. dan saya bertekad untuk berjuang bersama orang-orang annuqayah mewujudkan impian masyarakat indonesia

  15. syifa' says:

    alhamdulillah, akhirnya saya bisa mengenali pondok pesantren ini dengan mudah tanpa harus jauh-jauh datang ke P.Madura .
    semoga pesantren ini terus berkembang dibawah naunganNya dan tuntunan Baginda Rosul. Amien.

  16. H.Jauhari HZ.muncek tengah says:

    salam sejahtera dan salam ta’din kepada K.H.Hamidi Hasan pengasuh Pondok Pesantren daerah nirmala.kami salahsatu alumni santri nirmala yang kini berada di arab saudi.dengan rasa hormat kami mohon Email husus pondok pesantren nirmala.sedangkan Email kami: vifaputri@yahoo.co.id

  17. maltuf ready says:

    mas ghaffar, saya merasa bangga kalau mas Ghaffar selalu mengulas tentang perkembangan annuqayah, apalgi saat ini saya berada di surabaya yang cukup kesulitan mencari informasi terbaru di annuqayah.
    terakhir saya berharap mas Ghaffar mau membagi-bagi pengetahuannya karena masih belajar.
    thanks before

  18. Drs. KH. Moh. Muhsin Amir says:

    Saya putera almarhum KH. Moh. Amir Ilyas. Sekarang saya menjabat Kepala Sekolah MA I Annuqayah Putri, di samping sebagai Ketua Yayasan Al Amir, Guluk- Sumenep. Berikut ini saya tuliskan sebuah Nadzom biografi Hadrotis Syekh Syarqowi bin Shodiq Romo Al Qudusi dalam bahasa arab dan terjemahannya. Sumber penulisan Nadzom ini dari ayahanda alm. KH. Moh. Amir Ilyas, KH. Wraits Ilyas dan KH. Tsabit Khozin dalam bentuk wawancara / tanya jawab, sebagai berikut :

    ุงู„ู…ู‚ู€ุฏู‘ู…ุฉ

    ุงู„ุญูŽู€ู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงูŽู‘ู„ู€ุฐูู‰ ูŠูู€ูˆูŽุงููู€ู€ู€ู€ู€ู‰
    ู†ูู€ูŽุนู…ูŽู€ู‡ู ูƒูŽู€ุซูู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠู’ุฑูŽุฉู‹ ูŠู€ููƒู€ูŽุงููู€ู‰
    Segala puji bagi Allah Yang memenuhi nikmat-nikmat-Nya
    dengan sempurna
    ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุทูŽู‡ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู…ูู€ู€ูŠู†ู’ ูˆูŽุฃูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ู€ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู€ุชูŽู‘ู€ุงุจูู€ุนูู€ู€ูŠู†ู’
    Semoga Rahmat dan kesejahteraan terlimpahkan kepada
    Nabi Muhammad yang amanah, keluarganya, sahabatnya
    dan para pengikutnya.
    ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏูุฐูู‰ ู…ูŽู†ู’ู€ุธููˆู’ู…ูŽุฉูŒ ุนูŽู‚ูŽู€ุฏู’ู†ูŽู€ุง ููู‰ ุณููŠู’ุฑูŽุฉู ู‚ูŽู€ุตููŠู’ุฑูŽุฉ ูุนูŽู†ู’ ุฌูŽุฏูู‘ู‘ู†ูŽุง
    Selanjutnya, Nadloman ini saya rangkai (membahasa tentang)
    riwayat singkat kakek saya (KH. Moh. Ilyas bin Syarqowi)
    ุฃูŽุจู’ู€ุฏูŽุฃู ุจููู€ุงู’ู„ูƒูู€ุชูŽู€ุงุจูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูŽู†ู’ุธูู€ูˆู’ู…ูŽู€ู€ุฉู’ ุงูุดู’ุชูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ ุณูู„ู’ุณูู„ูŽุฉู‹ ุนูŽุธููŠู’ู€ู…ูŽุฉู’
    Saya memulai tulisan nadloman ini, di mana di dalamnya memuat pembahasan tentang silsilah yang agung
    ููŽูƒูู€ู†ู’ุชู ูƒูŽุงุชูุจู‹ู€ุง ู„ูู€ู‚ูŽุตู’ุฏูุงู’ู„ุนูู„ู’ู€ูู… ุดูŽุฌูŽู€ุฑูŽุฉูŽ ุงู’ู„ุญูŽู€ูŠูŽู€ู€ุงุฉู ู„ุงูุญู’ู€ู€ู€ู€ุชูุฑูŽุงู…ู
    Saya tulis nadloman ini dengan maksud ingin mengetahui sejarah kehidupan kakek yang saya hormati
    ุนูŽุณูŽู‰ ุชูŽูƒูู€ูˆู’ู†ู ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู’ู„ู…ูŽู†ู’ู€ุธูู€ูˆู’ู…ูŽู€ุฉู’ ูˆูŽุณูู€ู€ูŠู’ู„ูŽู€ุฉู‹ ูู„ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽู€ุงู„ูŽ ุงู„ู€ู†ูู‘ู€ุนู’ู…ู€ูŽู€ู€ุฉู’
    Semoga nadloman ini menjadi perantara saya meraih kenikmatan
    ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุฃูŽูƒู€ูู†ู’ ู…ูููŽู€ุงุฎูุฑู‹ุง ุจูุฌูŽู€ู€ุฏูู‘ู‰ ู„ูŽูƒูู†ู’ ุจูุญูุณู’ู†ู ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ุณูŽุฃูŽู‚ู’ู€ุชูŽุฏูู‰
    Dan saya tidak bermaksud mengagung-agungkan kakek saya,
    tetapi saya bermaksud meniru budi pekerti baiknya.
    ููŽุฃูŽู‚ู’ู€ุชูŽู€ุฏูู‰ ุฎูุทู’ู€ูˆูŽุงุชู€ูู‡ู ุงู’ู„ูƒู€ูŽุฑููŠู’ู…ูŽู€ุฉู’ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู‰ ุฃูŽู†ูŽู€ุงู†ูู€ูŠู ุงู’ู„ู€ุนูŽุณููŠู’ู€ููŽู€ุฉู’
    Dan saya akan mengikuti langkah-langkahnya beliau yang mulia dan bukan egoisme serampangan
    ูู€ูŽุฅูู†ู€ูŽู‘ู€ู‡ู ุงู’ู„ู€ุนูŽู€ู€ู€ุงู„ูู…ู ุงูู„ู’ู€ุนูŽู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู„ุงูŽู‘ ู…ูŽู€ู€ู€ุฉู’ ูƒูŽู€ุซูู€ู€ูŠู’ุฑู ุงูุทู’ู€ู€ู€ู„ุงูŽุนู ูƒูŽู€ุฐูŽุง ู‚ูู€ู€ุฑูŽุงุกูŽุฉู’
    Sesungguhnya KH. Moh. Ilyas adalah orang yang alim dan
    sangat alim serta banyak menelaโ€™ah dan membaca
    ููู‰ ู‡ูŽู€ุฐูŽุง ุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ุฃูŽุจู’ุชูŽู€ุบูู‰ ุดูŽุจูู€ูŠู’ู€ู‡ู‹ุง ู„ููƒู€ูŽู€ู€ู‰ู’ ุฃูŽูƒู€ูู€ูˆู’ู†ูŽ ููŽู€ู€ุงุฆูู€ุฒู‹ุง ุฃูŽุฎู€ูู€ู€ูŠู’ุฑู‹ุง
    Dalam hal inilah yang ingin saya tiru agar saya beruntung
    di akhir kehidupan saya kelak.
    ูˆูŽุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุดูู€ุฑูŽู†ู€ูŽู€ุง ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู€ู„ู€ูŽู€ู€ู€ู€ู€ู†ู€ูŽู€ุง ู…ูŽู€ุนู’ ุตูŽุงุญูุจู ุงู„ุณูู‘ูŠู’ุฑูŽุฉู ููู‰ ุฏูŽุงุฑูุงู„ู’ู…ูู†ูŽู€ู‰
    Dan semoga Allah mengumpulkan saya, keluarga saya bersama
    sang pelaku sejarah (KH. Moh. Syarqowi dan KH.Moh. Ilyas) di rumah idaman (surga)
    ูƒูŽู€ุชูŽุจู’ุชู ุฐูŽุงุงู„ู€ู†ูŽู‘ู€ุธู’ู€ู…ูŽ ุจูู€ุบูŽู€ูŠู’ุฑู ูƒูŽุงู…ูู„ู ู„ูู€ู‚ูŽุตู’ู€ู€ุฑูู…ูุฎู’ู€ู€ู€ุจูุฑู ูˆูŽุซูู€ูŠู’ู‚ู ุดูŽู€ุงู…ูู€ู„ู
    Saya tulis nadloman ini dengan kurang sempurna, karena
    sedikitnya informan (pemberi informasi) yang dapat dipercaya
    dan konprehensif
    ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽู€ุฌูู€ู€ุฏู’ ุจูู€ุฎูŽู€ุทูŽู€ุฃู ููŽู€ุตูŽู„ูู‘ู€ู€ู€ู€ู€ุญูŽู€ุง ูˆูŽุงุฑู’ููŽู€ู€ุนู’ ุจูู€ูƒูู„ูู‘ ุฒูŽู„ูŽู‘ู€ู€ุฉู ููŽู€ู†ูŽู€ู‚ูู‘ู€ุญู€ู€ู€ู€ู€ุง
    Dan jika engkau temui kesalahan (dalam nadloman ini) ,
    perbaikilah dan maโ€™afkan semua ketergelinciran serta koreksilah
    ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ู€ููุฑู ุงู’ู„ู…ูŽุฑู’ุฃู ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฎู€ูŽู€ู€ุทูŽุงูŠู€ู€ูŽุง ู„ุงูŽูŠูŽู‚ู’ุฏูŽุญู ุงู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ุงู„ู€ู†ูŽู‘ุณู’ู€ูŠูŽู€ุง

    Manusia tidak akan menyimpang dari berbagai kesalahan,
    Allah Yang Maha Mulia tidak akan mencela kealpaan.
    ูู€ูŽุงุณู’ุชูŽุบูู€ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูŽู€ูู’ู€ู€ูˆูŽุชูู€ู†ู€ู€ู€ูŽุง ูู€ูŽุฅูู†ูŽู‘ ุฐูู‰ ู„ู€ูŽูŠู’ุณูŽ ุจู€ูู‚ุตู’ู€ุฏู ู…ูู€ู†ูŽู‘ู€ู€ู€ุง
    Saya mohon ampunan Allah atas segala keluputan saya, karena sesungguhnya keluputan ini bukan sengaja saya lakukan
    ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงูู„ู’ู€ู€ููŽุงุถูู„ู ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุบู€ู’ู„ูŽุทู’ ูŠูŽุณู’ุนูŽู€ู‰ ุจูุชูŽุญู’ุณูู€ูŠู’ู†ู ูˆูŽู„ุงูŽูŠูููŽู€ุฑูู‘ุทู’
    Dan bukanlah orang mulia itu adalah orang yang tidak pernah
    berbuat salah, tetapi ia berusaha untuk memperbaiki kesalahan itu dan tidak lalai untuk melakukan perbaikan itu.
    ููŽุตู’ู„ูŒ ููู‰ ุฐููƒู’ุฑูุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ุดูŽุฑู’ู‚ูŽู€ุงูˆูู‰ ุจู’ู†ู ุตูŽู€ุงุฏูู‚ู’ ุฑูŽุงู…ูู€ูˆ
    Fasal : Menerangkan Riwayat Hidup KH. Moh. Syarqowi bin Shodiq Romo (beliau pendiri Pon. Pes. Annuqayah)
    ููŽุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ุงู’ู„ุญูŽูŠู€ูŽุงุฉ ูู„ูู„ุดูŽู‘ู€ุฑู’ู‚ู€ูŽุงูˆูู‰ ู…ูุนูŽู€ู„ูู‘ู…ู ุงู„ู’ู€ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู„ูู„ู’ุฌูŽู€ูˆูŽุงุฑูู‰
    Awal riwayat kehdiupan KH. Syarqowi adalah seorang guru
    ngaji al Qurโ€™an bagi tetangga sekitarnya
    ููŽุนูŽุฒูŽู…ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฎู’ู€ุฐูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู’ู„ุนูู„ููˆู’ู…ู ุจูุงู„ู’ุนูู€ู„ูŽู…ูŽุง ุจูู…ูŽูƒูŽู‘ู€ุฉูŽ ุงู’ู„ู…ููƒูŽู€ุฑูŽู‘ู…ู
    Kemudian ia bermaksud menimba berbagai macam ilmu kepada para ulama di Mekkah Almukarromah
    ู…ูุฐู’ ุณูŽู†ูŽูˆูŽุงุชู ู‚ูŽุงุฆูู…ูŒ ุจูุจูŽูƒูŽู‘ู€ุฉู’ ููŽุฌูŽู€ุงุกูŽ ุดูŽุงุฆูุจูŒ ) ู…ูŽู€ูŽุน ุงู’ู„ุญูŽู€ุฑููŠู’ู…ูŽุฉู’
    Sejak beberapa tahun ia mukim di Mekkah, maka datanglah seorang yang telah lanjut usia bersama isterinya
    ูˆูŽู‚ููŠู’ู„ูŽ ู‚ูŽู€ุฏู’ุชูŽุนูŽู€ุงุฑูŽููŽุง ููู‰ ุงู„ุณูŽู‘ููŽุฑูŽุฉู’ ู†ูŽุญู’ูˆูŽุงู’ู„ุญูŽู€ุฑูŽุงู…ู ู…ูŽูƒูŽู‘ู€ุฉูŽ ุงู’ู„ู…ููƒูŽู€ุฑูŽู‘ู…ูŽู€ุฉู’
    Ada yang mengatakan, keduanya bertemu dalam
    perjalanan (di atas kapal laut) menuju tanah haram; Mekkah
    Al Mukarromah
    ุฌูŽู€ุงุกูŽุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽุฃูŽุฏูŽู‘ู‰ ุงู„ู’ุญูŽุฌูŽู‘ู€ู€ู€ุง ู…ูŽู€ุนูŽ ุฎูุถููˆู’ุนูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุฌูŽู‘ู€ู€ู€ุง
    Ia datang menghadap KH. Syarqowi usai menunaikan ibadah haji dengan rendah hati ia berkata gugup
    ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ู†ูู‰ ุฃูŽุฎูู‰ ูŠูุตููŠู’ู€ุจูู†ูู‰ ุงู’ู„ู…ูŽู€ู€ุฑูŽุถู’ ูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ ู‚ูุฏู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู’ู„ุฅูู„ูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ู‚ูŽุจูŽุถู’
    Sesungguhnya saya sakit, wahai saudaraku, seakan-akan
    takdir Allah telah menggengamku
    ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽู‡ู ุงู„ุดูŽู‘ุงุฆูุจู ูƒูŽุงู„ู’ูˆูŽุตูู€ูŠูŽู‘ุฉู’ ุงูู†ู’ูƒููู€ุญู’ ุฃูŽุฎูู‰ ุญูŽุฑููŠู’ู…ูŽุชูู‰ ุฎูŽุฏููŠู’ุฌูŽุฉู’
    Selanjutnya orang itu berkata, seperti halnya wasiat : Nikahilah
    isteri saya: Khodijah, wahai saudaraku
    ูˆูŽู‚ููŠู’ู„ูŽ ู‚ูŽุงูŽู„ ุดูŽุงุฆูุจูŒ ููู‰ ุงู„ุณูŽู‘ููŽุฑูŽุฉู’ ุฐูŽุง ุงู’ู„ู‚ูŽู€ูˆู’ู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽู€ู‡ู ุญูŽู€ุฑููŠู…ู’ู€ูŽู€ุฉู’
    Ada pula yang mengatakan: ucapan orang tua itu (KH. Abuddin)
    bersama isterinya disampaikan kepada KH. Syarqowi
    (di atas Kapal, ketika keduanya saling berkenalan)
    ุชููˆูููู‘ู‰ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุงุฆูุจู ุจูุงู„ู’ุนูŽู€ุชูู€ูŠู’ู€ู‚ู ู†ูŽููŽู‘ุฐูŽู‡ูŽุงุงู„ุดูŽู‘ู€ูŠู’ุฎู ุจูููุนู’ู€ู„ู ุญู€ูŽู€ู€ู€ู€ู‚ูู‘
    Orang tua itu wafat di Mekkah dan KH. Syarqowi melaksanakan wasiat itu dengan serius
    ููŽุงุนู’ู€ู„ู€ูŽู…ู’ ุฃูŽุฎูู‰ ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ ู„ูู„ุดูŽู‘ุฑู’ู‚ูŽุงูˆูู‰ู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุฉูŽ ุงูุซู’ู€ู†ู€ูŽุชูŽู€ูŠู’ู†ู ููู‰ ุงู’ู„ู€ู‚ูู€ุฏููˆู’ุณูู‰
    Ketahuilah, saudaraku, bahwa KH. Syarqowi (sebelumnya) telah
    memilki dua isteri di Kota Kudus
    ุชูู‚ูŽุงู„ู ุจูุงุณู’ู…ู ุณูุชูู‘ู‰ ุญูุฑู’ุฒู ูŠูุนู’ุฑูŽูู ูˆูŽุจูุณูŽุจููŠู’ู†ูŽุฉู ูƒูŽุฐูŽุงูƒูŽ ู…ูŽุนู’ู€ู€ู€ู€ุฑููˆู’ูู
    Nama isteri (yang pertama) adalah siti Hirzin dan (isteri kedua)
    dikenal dengan nama Sabinah
    ู‚ู€ูŽุฏู’ุนูŽู‚ูŽุฏูŽุงู„ู†ูู‘ู€ูƒูŽุงุญูŽ ููู‰ ุงู’ู„ู…ูŽุฏููŠู’ู†ูŽู€ุฉู’ ุชูู‚ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู’ู‚ูุฏูุณู ุงูู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆู’ููŽุฉู’
    Pernikahan kedua isteri ini berlangsung di sebuah kota (Jawa Tengah) disebut dengan kota Kudus yang terkenal hingga saat ini
    ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุฒู’ูˆููŠู’ู€ู€ุฌู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฑูŽุญู’ู€ู„ูู‡ู ุฅูู„ู‰ูŽ ุงู’ู„ู…ููƒูŽู€ู€ุฑูŽู‘ู…ูŽู€ุฉู ุจูŽู€ูŠู’ู€ุชู ุฑูŽุจู€ู€ู€ูู‘ู‡ู
    Perkawinan itu berlangsung sebelum KH. Syarqowi berangkat menunaikan Haji ke Mekkah Al Mukarromah; rumah Tuhannya
    ูˆูŽู…ูŽุงูˆูŽุฌูŽู€ุฏู’ุชู ุงูู„ู’ุจูŽู€ูŠู€ูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ู€ุงู…ูู€ู„ุงูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูุฏูŽู‘ุฉู ุงู„ู€ุชูŽู‘ุฒู’ูˆููŠู’ู€ู€ุฌู ู‚ูŽุจู’ู€ู„ูŽ ุฑูŽุญู’ู„ุงูŽ
    Saya tidak mendapatkan penjelasan yang sempurna mengenai
    Waktu perkawinan beliau di Kudus sebelum berangkat Haji
    ุฒูŽูˆูŽุฌูŽู€ุชูู€ู‡ู ุงู„ุซูŽู‘ู€ุงู„ูุซูŽู€ุฉ ูุงู’ู„ู…ูุทููŠู’ู€ู€ู€ุนูŽู€ุฉู’ ู†ูŽุงุฏูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุงู’ู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูุงู’ู„ุฎูŽุฏูู’ูŠุฌูŽู€ุฉู’
    Sedangkan isteri ke tiga adalah wanita yang taโ€™at,
    penduduk biasa menyebutnya dengan nama Khodijah
    ูˆูŽูˆูŽู„ูŽู€ุฏูŽุชู’ ุจูู‚ูŽู€ุฑู’ูŠูŽุฉู ู‚ูŽู€ุฑููŠู’ู€ุจูŽู€ุฉู’ ุจูุดูŽุงุทูุฆู ุงู’ู„ุจูุญูŽุงุฑู‡ูู‰ู’ ู…ูู‚ูู€ูŠู’ู…ูŽุฉู’
    Khodijah di lahirkan di sebuah desa dekat dengan Pantai
    dan ia tinggal di sini
    ูˆูŽูŽุณูู…ูู‘ูŠูŽุชู’ ุจูู‚ูŽู€ุฑู’ูŠูŽุฉู ุจูŽุฑูู†ู’ุฏููˆูŽุงู†ู’ ุนู€ู€ูŽุงุดูŽุชู’ ุจูู‡ูŽุง ู…ู€ูŽุนู’ ูŽุฒูŽูˆู’ุฌู€ู€ูู‡ู€ูŽุง ู…ูู†ู’ู€ุฐู ุงู„ู€ุฒูŽู‘ู…ูŽู†ู’
    Desa itu disebut Prenduan. Khodijah hidup bersama suaminya
    (KH.Abuddin, alias Kyai Gemma) di desa ini sejak dahulu kala
    ูŠูุนู’ุฑูŽูู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ูุจุฌูู€ูˆู’ู’ุฏู ูˆูŽูƒูŽุฑูŽู…ู’ ูƒูŽู€ุฐูŽุงูƒูŽ ู…ูŽุนู’ู€ุฑููˆู’ููŒ ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฏูŽู‘ูˆูŽุงู…ู’
    Suaminya (Kyai Gemma) dikenal dermawan. Juga dikenal
    Dawaamul Wudluโ€™
    ููู‰ู’ ุญููู’ุธู ุจูู€ุทู’ู„ุงูŽู†ู ููˆุถููˆู’ุกููˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ู‚ููŠู€ูŽุงู…ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ูƒูŽู€ููŽุฑู’ุถู ู†ูููุฐูŽุง
    Yaitu memelihara batalnya wudluโ€™ dan melaksanakan
    sholat malam, seperti melaksnakan sholat fardlu
    ูˆูŽู…ูู†ู’ ุตููุงูŽุชูู‡ู ุงู„ูŽู‘ุชูู‰ ู‚ูŽุฏู’ุนูุฑูููŽุชู’ ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ู€ู‡ู ู…ูู€ู†ู’ ุฃูŽุบู’ู†ููŠูŽุงุกูู‚ูู€ุฑูู‘ุฑูŽุชู’
    Dan dari sifat-sifat beliau yang lain, ia dikenal sebagai
    orang kaya yang telah diakui kebenarannya
    ููŽุฑูŽุฌูŽู€ุนูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ุฅูู„ู‰ูŽ ูˆูŽุทูŽู†ูู€ู‡ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุงุจูุจูŽูŠู’ุชู ุนูุฑู’ุณูู€ู‡ู
    Kyai Syarqowi kembali pulang ke tanah airnya (Indonesia)
    Kemudian ia mukim di rumah isterinya
    ุจูู‚ูŽุฑู’ูŠูŽุฉู ุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุฆูŽู†ู’ ูŠูู‚ูู€ูŠู’ู€ู€ู€ู…ู ู…ูŽุนู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู€ุฉู ู…ูŽุตููˆู’ู†ูŽุฉู ูŠูุนูŽู„ูู‘ู€ู…ู
    ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุจูŽู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽู†ูŽุงุชู ูููŠู’ู€ู€ู‡ูŽุง ู‚ูู€ุฑูŽุงุกูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู…ูŽุนู’ ุชูŽุฌู’ู€ูˆููŠู’ุฏูู‡ูŽู€ุง
    Di desa Prenduan (Kecamatan Pragaan) ia mukim
    bersama isterinya yang tahu diri, ia mengajar membaca Al Qurโ€™an serta Tajwid-nya kepada anak-anak laki dan perempuan di desa ini
    ู‚ูŽุงู…ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูุฐู’ุณูŽู†ูŽูˆูŽุงุชู ุญูุณูุจูŽุชู’ ูˆูŽูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฒูŽู„ู’ ุดูŽุฑููŠู’ุนูŽุฉู‹ ุฅูู†ู’ู€ุชูŽุดูŽุฑูŽุชู’
    Dihitung sejak beberapa tahun, KH. Syarqowi mukim di desa ini dan senantiasa Syariโ€™at Islam tersebar di sini
    ููŽู€ุฑูŽุฒูŽู‘ู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู€ู€ู‡ู ุฐูุฑูู‘ูŠู€ู€ู€ูŽู‘ู€ู€ู€ู€ุฉู’ ุนูŽู€ุฏูŽุฏูู‡ูู€ู…ู’ ุซูŽุงู†ููŠูŽุฉู’ ุนูŽุดู’ุฑูŽู†ุณู„ูŽุฉู’
    Di desa inilah KH. Syarqowi dianugerahi rizqi oleh Allah
    berupa anak-anak, jumlahnya 12 orang keturunan
    ุจูŽุนู’ุฏูŽุณูู†ููŠู’ู†ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ููŽู‡ูŽุฌูŽู€ุฑูŽุง ุฅูู„ู‰ูŽ ุบูู€ูˆู’ ู„ูู€ุคู’ ู€ ุบูู€ูˆู’ ู„ูู€ุคู’ ู‡ูู…ูŽุง ููŽู€ู‚ูŽู€ู€ุงุฆูู…ูŽู€ุง
    Beberapa tahun kemudian ia dan isterinya hijrah ke
    desa Guluk-Guluk dan mukim di desa ini
    ููŽู€ุนูŽู€ู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงู’ู„ู€ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ู„ูู„ู€ุทูŽู‘ู€ู„ูŽู€ู€ุจูŽุฉู ููู‰ ุงู’ู„ูƒููˆู’ุญู ุงูู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑูู’ู„ูู„ู€ุฒูŽู‘ุฑููŠู’ุจูŽุฉู
    Ia mengajar Al Qurโ€™an kepada siswa-siswi desa ini
    di sebuah gubuk kecil bekas Kandang Kuda
    ุฃูŽู†ู’ุดูŽุฃูŽ ููŠูู€ู’ู€ู‡ูŽุง ู…ูŽุนู’ู€ู‡ูŽุฏู‹ุง ุชูŽู€ุฑู’ุจูู€ูŠู‹ู‘ู€ุง ููู‰ ุฃูŽูŽุฑู’ุถู ู„ููˆู’ุจูŽุบู’ุณูŽุงูŠูู‚ููŠู’ู…ู ุณูŽุงุจูู‚ู‹ู€ุง
    KH. Syarqowi mendirikan lembaga pendidikan di atas tanah
    bernama LUBANGSA di Desa Guluk-Guluk dan ia mukim
    di sini sejak dahulu
    ููŽู†ูŽูƒูŽุญูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ุจูุณูุชูู‘ู‰ ู…ูŽุงุฑููŠูŽุฉู’ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ู†ูŽุณูŽู„ูŽุชู’ ุฐูุฑูู‘ูŠู€ูŽู‘ู€ู€ุฉู’
    Kemudian beliau kawin lagi dengan Nyai Mariyah (Murid ngajinya) dan dari gadis nilah lahirlah beberapa keturunan

    ูˆูŽู‡ูู€ู‰ ุทูŽุงู„ูุจูŽู€ู€ุฉู ุงูู„ู’ู‚ูู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุฑู’ุขู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ู‡ูู€ู‰ูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุทูŽุงููŽู€ู†ูู‰ู’
    Dia (Mariyah) murid yang belajar membaca Al Qurโ€™an
    dihadapan KH. Syarqowi. Ia dari kampung Patapan.
    ููŽุตู’ู€ู„ูŒ ููู‰ ุฐููƒู’ู€ุฑู ุตูููŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู†ู€ูŽุณูŽุจูู‡ู ู…ูู†ู’ ุฌูู‡ูŽุฉู ุฃูู…ูู‘ู€ู‡ู
    Fasal : Menerangkan Sifat-sifat KH. Ilyas dan Keturunannya Dari Sisi Ibunya
    ูŠูŽู‚ูู€ูˆู’ู„ู ูˆูŽุงู„ูู€ุฏูู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู’ ุนูŽู€ุงู…ูุฑู’ ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ู€ุนูŽุธูู€ูŠู’ู…ู ุงู’ู„ู€ู‚ูŽู€ุงู‡ูู€ู€ู€ุฑู’
    Almarhum Ayahku KH. Moh. Amir Ilyas โ€“ Semoga Allah Yang
    Maha Agung dan Maha Dahsyat โ€˜Adzabnya Merahmatinya โ€“ berkata :
    ุตูููŽุงุชู ุฌูŽู€ู€ุฏูู‘ ู†ูŽู€ู€ุง ู‡ูู€ูˆูŽ ุงู’ู„ู€ูŽุนู€ู„ุงูŽู‘ู…ูŽู€ุฉู’ ูƒูŽุฐูŽุงุญูŽู„ูู€ูŠู’ู…ูŒ ูˆูŽุฑูŽุนูŒ ูˆูŽุฑูŽุฃู’ูู€ูŽู€ู€ู€ุฉู’
    Sifat-sifat kakek saya (penulis), yaitu KH. Moh. Ilyas adalah
    sangat alim, demikian pula ia lemah lembut, waroโ€™ dan santun
    ูˆูŽู‡ูู€ูˆูŽุดูŽูŠู’ู€ุฎูŒ ุฐููˆู’ุฎูŽู€ูููŠู’ู€ูู ุงู’ู„ุฌู€ูŽุงู†ูู€ุจู’ ูŠูุญููŠู’ู€ุทูู‡ู ุงู’ู„ุฅูุฎู’ู€ู€ูˆูŽุงู†ู ูˆูŽุงู’ู„ุฃู‚ูŽู€ูŽุงุฑูุจู’
    Ia seorang kyai yang mudah bergaul, saudara dan kerabatnya
    senang bergaul dengannya
    ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ู€ุฏูŒ ุฅูู„ู’ูŠูŽุงุณู ู†ูŽุฌู’ู„ู ุงู’ู„ู€ู‚ูุฏูุณูู‰ ูŽูˆุงู„ูุฏูู‡ู ุณูู€ู…ูู‘ู‰ูŽ ุจูู€ุงู„ุดูŽู‘ู€ุฑู’ู‚ู€ูŽู€ู€ู€ู€ุงูˆูู‰
    KH. Moh. Ilyas adalah putera keturunan Kota Kudus, ayahnya
    bernama KH. Moh. Syarqowi
    ูˆูŽุฌูŽู€ุฏูู‘ู‡ู ุตูŽู€ุงุฏูู‚ู ุฑูŽุงู…ูู€ูˆู’ ูŠูู„ู’ู‚ูŽู€ุจู ูˆูŽู‡ู’ู€ูˆูŽ ูˆูŽุฌููŠู’ู‡ูŒ ุนูŽุงุฑูููŒ ู…ูŽุญู’ุจู€ูู€ูˆู’ุจู
    Kakeknya bernama Shodiq Romo (Romo adalah julukan bagi
    seorang guru). Ia tokoh masyarakat, alim dan dicintai masyarakatnya
    ูˆูŽุฃูู…ูู‘ู€ู‡ู ุชูู€ุฏู’ุนูŽู‰ ุจูุณูุชูู‘ู€ู‰ ู…ูŽุงุฑููŠู€ูŽู€ุฉู’ ู†ูŽูƒูŽู€ุญูŽู€ู‡ูŽุงุฑูŽุงุจูู€ุนูŽู€ู€ุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ู…ู€ูŽู€ู€ู€ู€ู€ู€ุฑูŽุฉู’
    Sedang ibu (KH. Ilyas) dipanggil dengan nama Nyai. Mariyah.
    Ia persunting sebagai isterinya yang ke empat kalinya setelah Nyai. Khodijah (juga Ny. Hirzin dan Ny. Dabinah)
    ุจูู†ู’ุชู ู…ู€ูุฏูŽุฑูู‘ูˆูŽู‡ู’ูˆูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุทุงูŽููŽู€ู†ู’ ู…ูู†ู’ ุนูู€ุชู’ุฑูŽุฉู ุดูŽุฑููŠู’ููŽุฉู ุฐูŽูˆูู‰ ู’ุงู„ุญูุณูŽู€ุงู†ู’
    Ayah Nyai. Mariyah bernama Kyai Mudarrin dari sebuah Kampung; Patapan dari keturunan keluarga mulia yang mempunyai kebaikan
    ู†ูŽุญู’ู€ู†ู ู†ูุฑูŽุชูู‘ุจู ุจูุณูู„ู’ุณูู„ูŽู€ุชูู€ู‡ูŽู€ู€ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู€ุฑูŽู‘ุณูู€ู€ูˆู’ู„ู ุงูู„ุฃู…ูู€ู€ู€ูŠู’ู†ู ุทูŽู€ู€ู€ู‡ูŽ
    Saya akan menyusun secara tertib silsialah Nyai. Mariyah
    Yang bersambung hingga Nabi Muhammad
    Rasulullah SAW yang dijuluki al Amin
    ุณูŽู€ู…ูุนู’ุชูู€ู‡ูŽุงู…ูู†ู’ ุนูŽู€ู…ูู‘ ุงูุจู’ู†ู ุฎูŽุงุฒูู†ู’ ูŠูุฏู’ุนูŽู‰ ุจููุซูŽู€ุงุจูุชู’ ู‚ูŽู€ุงู…ูŽ ููู‰ ุณูŽู€ูˆูŽุงุฌูŽู€ู€ุฑู
    Silsilah yang akan saya tuliskan ini, saya dengar dari paman saya bernama KH. Moh.Tsabit Khazin yang kini mukim di Sawajarin
    ู…ูู†ูŽู ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ู’ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู’ู„ู€ูˆูŽุฑูŽู‰ ููŽุงุทูู…ูŽุฉู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุฉู ูุนูŽู„ูู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู€ุชูู‘ู€ู‚ูŽู‰
    Putera Nabi Muhammad SAW sebaik-baik makhluq Allah SWT adalah Fathimah Az-Zahroโ€™ bersuamikan Sayyidina Ali r.a. yang ahli takwa
    ุซูู…ูŽู‘ ุญูุณููŠู†ู’ ุณูุจู’ุทู ุงู„ุฑูŽู‘ุณูู€ูˆู’ู„ู ุงู’ู„ุฃูŽู…ููŠู†ู’ ูˆูŽุฅูุจู’ู€ู†ูู‡ู ุนูŽู€ู„ูู€ูŠูู‘ ุฒูŽูŠู’ู€ู†ูŽ ุงู’ู„ู€ุนูŽุงุจูุฏููŠู†ู’
    Kemudian puteranya adalah Husien, cucu Rasulullah SAW al Amin dan puteranya bernama Ali Zainul โ€˜Abidien
    ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽู€ู„ูู€ู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ู€ู€ุฏูŒ ุงูŽู„ู€ู€ู’ุจูŽู€ุงู‚ูู€ู€ู€ู€ู€ุฑู’ ู‡ูู€ูˆูŽ ู…ูู†ูŽ ุงุจู’ู†ุงุกู ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ู€ุตูŽู‘ู€ู€ู€ุงุจูุฑู’
    Kemudian puteranya Muhammad al Baqir, ia dalah salah satu putera Ali Zainul Abidien yang penyabar
    ููŽุฌูŽุนู’ู€ููŽุฑู ุงู„ุตูŽู‘ุงุฏูู‚ู ูˆูŽู‡ู’ู€ูˆูŽ ุฅูุจู’ู€ู†ูู‡ู ู‡ูู€ูˆูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู€ุฒูู‘ู‡ู‘ุงุฏู ุฑูŽุงู‡ูู„ู’ ู‚ูŽู€ู„ู’ุจู€ูู€ู‡ู
    Jaโ€™far as-Shodiq adalah putera Muhammad al Baqir. Ia termasuk Orang yang zuhud dan lembut hatinya
    ุฃูŽู…ูŽู‘ุงู…ูู€ูˆู’ุณูŽู‰ ููŽูŽู€ุฅูุจู’ู†ู ุฌูŽุนู’ู€ููŽุฑู ุง ู„ู’ูƒูŽุงุธูู…ู’ ูˆูŽู‡ู’ูˆูŽ ุงู’ู„ูƒูŽุฑููŠู€ู…ู ุงูู„ุฃูŽู…ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงู’ู„ุญูŽู„ููŠู’ู…
    Sedangkan Musa al Ridlo adalah putera Jaโ€™far as Shodiq al Kadzimi, dia berjiwa mulia, amanah dan santun
    ููŽุนูู€ู†ู’ุฏูŽูŽู‡ู ุฅูุจู’ู†ูŒ ุนูŽู€ู„ูŽู€ูŠูู‘ ุงูู„ู€ุฑูู‘ุถูŽู€ู‰ ุฐููˆ ุงุจู’ู€ู†ูŒ ู…ุญู…ูŽู‘ู€ุฏูุงู„ู€ู†ูŽู‘ู€ู‚ู€ูŠุจู ุงูุฑุชู€ูŽุถู‰
    Ali ar Ridlo mempunyai putera bernama Muhammad an Naqieb yang di diridloi Allah SWT
    ูˆูŽุฅูุจู’ู€ู†ูู‡ู ุนููŠู’ุณูŽู‰ ูƒูŽู€ุฐูŽุง ุงู’ู„ู…ูู‡ูŽู€ุงุฌูู€ุฑู ุซูู€ู…ูŽู‘ ุนูŽุจู€ููŠุฏู ุงู„ู„ู‡ู’ ูˆูŽุนูŽู€ู„ู’ูˆูู‰ ูŠู€ูุฐู’ูƒูŽุฑู
    Diterangkan bahwa putera Ali ar Ridlo bernama : Isa an Nqieb mempunyai putera bernama Ahmad al Muhajir Ilallah , puteranya bernama โ€˜Abidullah, puteranya bernama โ€˜Alwi.
    ุฅู†ูŽู‘ ู„ูŽู€ู‡ู ุฅูุจู’ู€ู†ู‹ู€ุง ู…ูุญูŽู€ู…ู‘ู€ูŽุฏูŒ ุนู€ูŽู€ู€ู„ูู€ูŠู’ ุนู€ูŽู€ู„ู€ู’ูˆูู‰ู’ ุฎูŽู€ู€ู€ู„ูŽู€ู€ุนู’ ู‚ูŽุณูŽู…ู ู…ูู€ู†ู’ ุฃ ู†ู’ู€ุณู€ู€ู€ู€ูŽู€ุงู„
    Dan Alwi mempunyai putera bernama Muhammad, selanjutnya Muhammad epunya putera bernama โ€˜Alwi, puteranya Kholaโ€™ Qosam. Mereka adalah sebagian keturunan Syiidina Ali r.a.
    ูˆู„ูุฎูŽู„ูŽุนู’ ุฅุจู†ูŒ ูŠูุณูŽู…ูŽู‘ู‰ ุตูŽุงุญูุจู ูˆูŽู„ูŽู€ุฏูู‡ู ุนูŽู„ู€ูŽูˆูู‰ ู‡ูู€ูˆ ุงู„ู†ูŽู‘ู€ุฌูŠู€ู€ู€ู€ุจู
    Bagi Kholak mempunyai putera bernama Shohib, puteranya
    bernama โ€™Alawi yang pintar
    ุนูŽุจู’ู€ุฏู ุงู’ู„ู…ูŽู„ููƒู’ ูˆูŽุนูŽุจู’ู€ุฏู ุงู„ู„ู‡ู’ ุดูŽุงู‡ู ุดูŽู€ู‡ู’ ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูุงูู„ูƒูู€ู€ู’ุจุฑูŽู‰ูŽ ูŠู€ูู„ู€ู‚ูŽู‘ุจู’ ุจุงู„ุดูŽู‘ู€ู€ู€ู‡ู’
    Puteranya bernama Abdul Malik, puteranya Abdullah Syahi Syah, puteranya Ahmad Al Kubro yang dijuluki Syahin Syah
    ูˆูŽู…ูŽูˆู’ู„ุงูŽู†ูŽุง ุงู’ู„ุญูุณูŽูŠู†ู’ ูˆูŽุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ูู€ูŠู’ู…ู ุณููˆู’ู†ูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ูููŠู’ู„ู’ ู‡ูู€ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู…ูŽุนู’ู€ู„ููˆู’ู…ู
    Sedangkan pueteranya bernama Maulana al Husien (Jamaluddin al Kubro Maulana al Husien) mempunyai putera Maulana Ibrahim (Zainul Akbar Maulana Ibrahim) yang dikenal dengan julukan SUNAN AMPEL
    ููŽุงูุณู’ู€ู€ู…ูู‡ู ุนูŽู„ูู€ู€ูŠูู‘ ุฑูŽุญู…ู’ู€ูŽู€ู€ุฉู ุงู„ู„ู‡ู’ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุบู’ู€ููู€ู€ุฑูŽู„ูŽู€ู‡ู ุฐูู†ูู€ูˆู’ุจู€ูŽู€ู€ู€ู€ู‡ู’
    Bernama Ali Rahmatillah, semoga Allah SWT mengampuni
    dosa-dosanya
    ูˆูŽุฅูุจู’ู†ูู‡ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูŒ ู‚ู€ูŽู€ุงุณูู€ู…ู’ ูŠูุฑูŽู‰ ู…ูŽู‚ู’ุจู€ูŽุฑูู‡ู ูŠูู€ุนู’ู€ุฑูŽูู’ ูุจุฌูŽุงูˆูŽู‰ ู’ุงู„ูˆูุณู’ุทูŽู‰
    Sunan Ampel mempunyai putera bernama Muhammad Qosim yang kuburnya dapat diketahui di Jawa Tengah
    ูˆูŽู‡ู’ูˆูŽ ุงู’ู„ู…ูู€ู„ูŽู‚ูŽู‘ุจู ุจูุณููˆู’ู†ูŽู€ู†ู’ ุฏูŽุฑูŽุงุฌูŽู€ุฉู’ ู…ูู€ู†ู’ ุฃูŽูˆู’ู„ูู€ูŠูŽู€ุงุกูุชูุณู’ุนูŽุฉู ู‚ูŽู€ุฏู’ู†ุฌูŽู€ูŽู€ุญูŽุชู’
    Ia dijuluki dengan Sunan Derajat , salah satu wali-wali sembilan yang memperoleh keuntungan dari Allah SWT
    ููŽู€ุฅูู†ูŽู‘ ู„ูู„ู’ู€ู‚ูŽู€ุงุณูู…ู ุฅูุจู’ู€ู†ู€ู‹ุง ุตูŽุงู„ุญูู€ูŽู€ุง ูˆูŽุงูุณู’ู€ู…ูู‡ู ููŽุบูู€ูŠู’ุฑูŽุงู†ู’ ู…ููˆู’ุณูŽู‰ ุณูŽุงู…ูู€ุญูŽู€ู€ุง
    Qosim mempunyai putera yang salih, namanya disebut dengan Pangeran Musa yang bertabiat toleran
    ุฃู…ูŽู‘ู€ู€ุงุฑูŽุงุฏูู†ู’ ุฎูŽู€ุทููŠู’ู€ู€ุจู ู…ูู€ู†ู’ ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏูู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ุนูŽู€ู„ููŠู’ ุฌูŽู†ู’ู€ุฏูŽุงู†ูŽู€ู€ุฉู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽ ู†ู’ุณูŽุงู„ูู‡ู
    Salah satu keturunan Pangeran Musa bernama Raden Khotib yang mempunyai putera bernama Ali yang dijuluki dengan Kyai Candenah
    ูู„ุนูŽู„ูŠูู‘ ุฅูุจู’ู†ูŒ ุฑูŽุงุฏูู†ู’ ุดููŠู’ู€ุซู ุงุณู’ู…ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุฐูŽุง ุงู„ู€ุฑูŽู‘ุฌูู„ู’ ู‚ูŽู€ุฏู’ ู†ูŽู€ุณูŽู„ูŽุชู’ ุนูู€ู’ุชุฑูŽุชูู‡ูู
    Ali Kyai Candanah (Nama desa di Kabupaten Pamekasan)
    mempunyai anak bernama Raden Syits. Lahirlah keturunan
    yang lain dari lelaki ini
    ู…ูู†ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูู‡ุงูŠูุฏู’ุนูŽู€ู‰ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู’ู„ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ู„ุงูŽ ู†ูŽุนู’ู€ุฑููู ุงู’ู„ุญูŽูŠูŽู€ุงุฉูŽ ุงูู„ู’ู€ู…ูุญู’ุชูŽู€ู€ู€ู€ุฑูŽู…ู
    Di antaranyadipanggil dengan nama Abdul Kariem, namun saya tidak tahu riwayat hidup beliau yang mulia ini.
    ููŽู€ุฑูŽุถูŽุนูŽู€ุชู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุชูู€ู€ู€ู€ู‡ู ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู€ู…ู ุงู„ุตูู‘ู€ุฏู’ู‚ูู€ู€ูŠูู‘ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู€ู€ู€ุงุจูู€ุฏูŽุง
    Isteri Kyai Abdul Kariem ini melahirkan beberapa putera, diantaranya bernama Abdus Shidqie yang ahli ibadah
    ุนูŽู€ุจู’ู€ุฏูุงู’ู„ุฃูŽุฎูู€ู€ู’ูŠุฑู ุฅูุจู’ู†ู ุงูู„ู‚ูŽุฑููŠู’ู€ุจู ู…ูุฑู’ุถูู€ูŠูŽู‘ุฉูŒ ูŠูŽุงู‡ูู‰ ูƒููˆู’ู…ูู€ุคู’ ููู‰ ู„ูŽู€ู‚ูŽู€ุจู
    Putera berikutnya adalah Abdul Akhir, ia adalah putera Abdul Qorieb punya putera bernama Murdliyah yang di juluki dengan Nyai. Gumuโ€™
    ููŽู€ู†ูŽู€ุณูŽู„ู€ูŽุชู’ ู…ูุฑู’ุถูู€ู€ูŠูŽู‘ู€ุฉ ูŒู…ู€ูู€ุฏูŽุฑู‹ู‘ุง ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ู…ูŽู†ู’ ุชูŽู„ูู€ุฏู ุฅูุจู’ู†ู‹ุง ุฐูŽูƒูŽู€ู€ู€ู€ู€ู€ุฑู‹ุง
    Dari Nyai. Murdliyah inilah lahir keturunan bernama Kyai Mudarrin. Anak laki-laki yang dilahirkan pertama kali
    ุชูŽู‚ููˆู’ู…ู ููู‰ ุงู„ู’ุญูŽู€ุงุฑูŽู‘ุฉูู ุงูู’ู„ู…ูŽู‡ู’ุฌููˆุฑูŽุฉู’ ุจูููŽู€ุทูŽุงููŽู€ุงู†ู’ ูŠูุฏู’ุนูŽู€ู‰ ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽุนู’ู€ุฑููˆู’ููŽุฉู’
    Nyai Gumuโ€™ itu bertempat tinggal di Kampung terpencil
    yang dikenal (hingga sekarang) dengan nama Patapan
    (Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep)
    ุซูู€ู…ูŽู‘ ุชูŽู€ุฒูŽูˆูŽู‘ุฌูŽ ููŽู€ุชูŽู€ู€ุงุฉู‹ ูููŠู’ู‡ูŽู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุง ู‚ูŽู€ุฏู’ูˆูŽู„ูŽุฏูŽุชู’ ู…ูŽู€ุงุฑููŠูŽุฉูŒ ููู‰ ุจูŽูŠู’ู€ุชูู€ู€ู‡ูŽุง
    Setelah Kyai Mudarrin kawin dengan seorang gadis, maka
    lahirlah (dari gadis itu) seorang wanita yang kemuadian
    dikenal dengan bernama Mariyah
    ุฒูŽูˆูŽู‘ุฌูŽู€ู‡ูŽู€ุง ุงู„ุดูŽู‘ู€ู€ุฑู’ู‚ู€ูŽุงูˆูู‰ู ุงู’ู„ู€ู‚ูู€ุฏููˆุณูู‰ ูˆู‡ู’ู€ู‰ูŽ ู…ูุทูู€ู’ูŠู€ุนูŽุฉูŒ ูƒูŽู€ู€ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู€ุฉู ุนู€ูŽู€ู€ู„ูู‰
    Nyai Mariyah inilah, kemudian dikawin oleh KH. Syarqowie al Qudusi. Dia adalah wanita yang taโ€™at kepada suaminya seperti ketaโ€™atan isteri Sayiidina Ali r.a: Fatimah A zzahroโ€™ pada suaminya
    ู‚ูŽู€ุฏู’ ูˆูŽู„ูŽุฏูŽุชู’ ู…ูŽุงุฑููŠูŽุฉูŒ ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏูŽุง ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŽ ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏูุงุนู’ู€ุฑููู ุงู„ุชูŽู‘ูู’ุตููŠู„ุง
    ูŠู€ูŽุณู ูˆูŽุฅูู„ู’ูŠูŽุงุณูŒ ูˆูŽุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู’ ุณูู€ุฑูŽุงุฌู’ ุนูŽุจู’ุฏูุงู„ู„ู‡ู’ ุณูŽุฌูŽู‘ุงุฏู’ ู‚ูŽู€ุฏู’ุชููˆูููู‘ู‰ ุจูุงู’ู„ุจูŽู‡ูŽู€ู€ุฌู’
    ุนูŽุจู’ู€ุฏูุงู’ู„ู…ูŽุงู„ููƒู’ ูˆุนูŽุงุฆูุดูŽู€ุฉู’ ูŠูŽู„ููŠู‡ูู…ู ูˆู†ูŽู€ุงุนูู€ู…ูŽุฉู’ ุจู†ุชู ุฃุฎูŽู€ู’ูŠุฑูŽูŽุฉู’ ููŽุงุนู’ู€ู„ูŽู…ููˆุง
    Nyai Mariyah telah melahirkan 7 (tujuh) putera puteri Hendaklah engkau tahu perinciannya, yaitu Yasin (wafat masih kecil), Ilyas, Abdullah Siroj, Abdullah Sajjad, beliau meninggal dengan senang dan bahagia (karena meninggal di ujung senjata penjajah Belanda dan termasuk salah seorang pahlawan Indonesia), kemudian Abdul Malik (wafat masih kecil), kemudian โ€™Aisyah serta puteri bungsunya bernama Naโ€™imah (wafat masih kecil). Hendaklah engkau mengetahui
    ููŽุตู’ู„ูŒ ููู‰ ุฐููƒู’ู€ุฑูุชูŽู€ุฒู’ูˆููŠู’ุฌูู€ู€ู‡ู ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏูู‡ู
    Fasal : Menerangkan Perkawinan KH. Moh. Ilyas dan
    Putera-puterinya
    ุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌูŽ ุงู„ุดูŽู‘ู€ูŠู’ุฎู ุณูุชูู‰ ุนูŽู€ุฑู’ููู€ูŠูŽู‘ู€ู€ุฉู’ ูˆูŽู‡ู’ู‰ูŽ ู…ูุทููŠู’ู€ุนูŽุฉูŒ ู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ู€ุฎูู€ุฏู’ู…ูŽู€ู€ุฉู’
    KH. Ilyas kawin dengan Nyai โ€˜Arfiyah, wanita taโ€™at dalam melayani Setiap kebutuhan suami tercinta
    ู‚ูŽุฏู’ูˆูŽ ู„ูŽุฏูŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู†ููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู€ู†ูŽุงุชู’ ุนูŽู€ู€ูŽุฏุฏูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุญูู€ุฏู’ ูˆูŽุนูŽุดู’ู€ุฑูŒุนู€ูู€ุฑูููŽุชู’
    ู†ูŽู€ุฐู’ูƒูู€ู€ุฑู ูุงุณู’ู€ู…ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽู€ู€ุงู„ู ุฎูŽู€ุงุฒูู†ู’ ูˆูŽุนูŽุงู…ูุฑูŒูˆูŽุนู€ูŽุงุตูู€ู…ูŒ ูŠู€ูŽู„ูู€ู‰
    ุนูŽุจู’ู€ุฏูุงู’ู„ู€ูˆูŽุงุฑูุซู’ ุซูู…ูŽู‘ ู‡ูุดูŽุงู…ู ู†ูŽุฐู’ูƒูู€ุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ูู‘ู†ุณูŽุงุกู ูŠูŽู€ุงุฃูŽุฎูู‰ ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ู’ู€ู€ุฑูŽุกููˆู’ุง
    ู…ูŽุญู’ููู€ูˆู’ุธูŽุฉูŒ ุตูู€ุฏูู‘ูŠู€ู‚ูŽุฉูŒ ู…ูŽู…ู’ุฏููˆู’ุญูŽู€ุฉู’ ูƒูŽุฐูŽุงุจูŽุฏููŠู’ุนูŽู€ุฉู’ ูˆูŽุดูููŽุงูˆูŽู†ูŽุงุถูู€ู€ุฑูŽุฉู’
    Nyai โ€˜Arfiyah telah melahirkan beberapa putera dan puteri,
    jumlahnya diketahui sebanyak 11 orang. Akan saya terangkan nama puteranya, yaitu : K. Khozin, KH. Moh. Amir, KH. Moh. Ashim, KH. Abd. Warits K. Hisyam (wafat masih kecil akan saya terangkannama-namaputerinya, yaitu : Ny. Mahfudzoh, Ny. Shiddiqoh (keduanya wafat masih kecil), Nyai Mamduhah, Nyai Hajjah Badiโ€™ah, Nyai Hajjah Siyifa dan Nyai Hajjah Nadzirotun
    ููŽุตู’ู€ู„ูŒ ููู‰ ุฐููƒู’ู€ุฑู ุฃูŽ ู†ู’ู€ุณูŽุงู„ูู€ู‡ู
    Fasal : Menerangkan Keturunannya
    ุซูŽู€ู„ุงูŽ ุซูŽู€ุฉู’ ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏู ู„ูุฎูŽู€ุงุฒูู†ู ุจูŽู‡ูŽู€ู€ู€ุฌู’ ุซู€ูŽุงุจูุชู’ ูˆูŽูˆูŽุงู‚ูุฏูŒูƒูŽุฐูŽุงุฃูู… ูŽู‘ุงู’ู„ููŽู€ู€ุฑูŽุฌู’
    Kyai Khozin (yang wafat) dengan bahagia mempunyai
    tiga putera-puteri, yaitu KH. Tsabit, KH. Waqid dan
    Nyai Hajjah Ummal Faraj
    ูˆูŽุณูู€ู…ูู‘ูŠูŽุชู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู€ู€ุชูู€ู‡ู ู…ูุนู€ูŽู€ู€ู€ู€ู€ุงุฐูŽุฉู’ ูˆูŽุงู„ูุฏูู‡ูŽุงุนูŽุจู’ุฏูุงู„ู„ู‡ู’ ุณูŽุฌูŽู‘ู€ุงุฏู’ู…ูŽุฑู’ุญูู€ูˆู’ู…ูŽุฉู’
    Isteri beliau diberi nama Nyai Hajjah Muโ€™adah, ayahnya bernama KH. Abdullah Sajjad yang terpelihara
    dari perbuatan maโ€™shiyat
    ุชูุฏู’ุนูŽู‰ ุจูู…ูŽุญู’ูููˆู’ุธูŽุฉู’ ู„ูู€ุจููู†ู’ุชู ุซูŽุงู†ููŠูŽู‘ุฉู’ ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุฎู ุฅูู„ู’ูŠูŽุงุณู ู‡ููˆูŽุงู’ู„ุนูŽู„ุงูŽู‘ู…ูŽุฉู’
    Puteri kedua dari KH. Moh. Ilyas yang yang sangat โ€˜alim itu
    adalah Nyai Mahfudzah
    ูˆูŽุฒูŽูˆู’ุฌูู€ู‡ูŽู€ุง ู‡ููˆ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูู…ู ุงู’ู„ู…ูุดูŽุฑูŽู‘ูู ุนูŽู„ูู‰ ู…ูŽู€ูƒูู‘ู‰ูู‘ ูƒูŽุงู…ูู„ูŒ ูู€ูŽู„ู’ู€ุชูŽุนู’ู€ุฑููููˆู’ุง
    Suaminya adalah KH. Ali Makki, orang yang alim lagi dimuliakan dan sempurna lahir batin. Ketahuilah, wahai saudaraku
    ู‚ูŽุฏู’ูˆูŽู„ุฏูŽุชู’ ุจูู†ู’ุชูŽู€ุงู†ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุญู’ูููˆู’ุธูŽุฉู’ ุฃูู…ูŽู‘ู€ุงู…ูŽู€ุฉูŒ ูˆูŽุฃูุฎู’ุชูู€ู€ู‡ูŽู€ุง ุจู€ู€ู€ู€ูู€ู€ู€ู€ุฒูŽุงุฑูŽุฉู’
    Nyai Mahfudzah melahirkan dua orang puteri bernama Nyai Hajjah Ummamah dan saudarinya bernama Nyai Bizaroh
    ุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌูŽุชู’ ุฃูู…ู€ูŽู‘ุงู…ูŽู€ุฉู’ ุจู€ูุงู„ู’ู€ุจู€ูŽุดู€ูู€ู€ูŠู’ุฑู ู‡ูู€ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏูุงู„ู„ู‡ู ุณูŽู€ุฌูŽู‘ุงุฏู’ู…ู€ูŽุงุฏูุฑูู‰
    Nyai Ummamah bersuamikan KH. Ahmad Basyir, dia putera KH. Abdullah Sajjad dari Madura
    ูˆูŽูˆูŽู„ู€ูŽุฏูŽุชู’ ุจูŽู€ู†ูŽู€ู€ุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู€ุจูŽู€ู€ู†ูู€ู€ู€ู€ูŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุฐู’ูƒู€ูุฑูุฅูุณู’ู€ู…ูŽู‡ูู€ู…ู’ ูˆูŽุฎูู€ุฐู’ ุจูŽูŠูŽุงู†ูŽุง
    Dan Nyai Ummamah melahirkan putera-puteri, akan saya sebut nama mereka dan ambilah keterangannya, yaitu :
    ู„ู€ูŽูŠููู‘ู‘ู€ู†ูŽุฉู’ ุณูŽู‡ู’ู„ูŒ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰ ุนููู€ูŽู‘ุฉู’ ู†ูŽูู’ุญูŽู€ุฉู’ ุนูŽู€ู€ูŠู’ู†ู ุงู’ู„ู€ูŠูŽู€ู‚ูู€ูŠู’ู†ู ุญูŽู€ู€ุฒู’ู…ูู€ู‰ ุฃู ุณู’ู€ูˆูŽุฉู’ ุญูŽุณูŽู€ู†ูŽู€ุฉู’
    Ny. Hajjah Layyinah, K. Sahel (wafat masih kecil), KH. Abd. Aโ€™la, Nyai โ€˜Iffah (wafat masih kecil), Nyai Hajjah Nafhah, K.โ€™Ainul Yaqin, K.Hazmi dan Ny. Uswatun Hasanah
    ูู€ูŽุฑูŽุฌูŽุนูŽุชู’ ุตูู€ุฏูู‘ ูŠู’ู€ู‚ูŽุฉู’ ููู‰ ุงู„ุตููู‘ู€ู€ุบู€ูŽุงุฑู ุฅูู„ูŽู€ู‰ ุฅูู„ูŽู€ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽู€ู€ุงุงู’ู„ุฎู€ูŽุจูู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠู’ู€ุฑู
    Sedangkan Nyai Siddiqoh(wafat masih kecil), adalah puteri ke tiga dari jumlah putera-puteri KH. Moh. Ilyas
    ุฃูŽู…ูŽู‘ุงู„ูู…ูŽู…ู’ู€ุฏููˆู’ุญูŽุฉู’ ููŽุฃูŽุฑู’ุจูŽู€ุนู ุจูŽู€ู†ู€ูŽู€ุงุชู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู€ูŽู€ุฉูŒ ู…ูู€ู†ูŽ ุงู’ู„ู€ุจูŽู€ู†ูู€ูŠู’ู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏูŽุชู’
    ุนูŽู€ุจู’ุฏู ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุฏููˆู’ุฏู ูˆุนูŽู€ุจู’ุฏู ุงู„ู€ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ู‚ูู€ู€ุฏู’ุณูู‰ ูˆุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู’ ู…ูุฌู’ู€ุชูŽุจูŽู‰ ุฅุฎูˆุงู†ู‰
    Sedangkan Nyai Mamduhah melahirkan empat puteri dan
    empat putera, yaitu : KH. Abdul Wadud, K.Abdurrahman (wafat masih kecil) , K. Qudsi dan almarhum KH. Ahmad Mujtaba. Ketahuilah wahai saudaraku
    ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุจูŽู†ูŽุงุชู ู…ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŽุฉู’ ูˆูŽู…ูŽุนู’ุตูู€ูˆู’ู…ูŽุฉู’ ุตูŽุจูŽุงุญูŽุฉูŒ ูƒูŽู€ุฐูŽุงูƒูŽ ุจู€ูŽุฑู‘ุฉู’ ู†ูŽู‚ูู€ูŠูŽู‘ู€ุฉู’
    Dari puterinya adalah Nyai Maimanah (wafat masih kecil), Nyai Maโ€™shumah, Nyai Shobahatun, demikian pula Nyai Barroh Naqiyah
    ุซู€ูู… ูŽู‘ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู’ ุนูŽู€ุงู…ูู€ุฑูŒ ุฃูŽุฎู€ูู€ู€ู€ูˆู’ู‡ู€ูŽู€ุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู€ุชูู€ู‡ู ุซูŽู€ู…ููŠู’ู€ู†ู€ูŽุฉูŒ ุฑูŽุญูู€ู…ูŽู€ู€ู‡ูŽู€ุง
    Kemudian KH. Moh. Amir Saudara Nyai Mamduhah. Isterinya bernama Nyai. Hajjah Tsaminah (puteri KH. Moh. Djauhari) โ€“ semoga Allah me-rahmatinya –
    ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏูู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽู€ุนูŽู€ู€ุฉ ูŒู‚ู€ูŽุฏู’ุฐููƒูู€ู€ู€ู€ู€ู€ุฑูŽุชู’ ู…ููŠูŽู€ุณูŽู‘ุฑูŽุฉู’ ุญูŽุจููŠู’ุจูŽูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุจูŽู†ูŽุงุชู’
    Anak-anaknya diterangkan 4 (empat) putera-puteri. Yang puteri :Nyai Hj. Muyassaroh, Nyai Hajjah Habibah Al Husna
    ุฃูŽุญู’ู€ู…ูŽุฏูุณูŽู€ุนู’ู€ุฏูู‰ ูˆูŽ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู’ู…ูู€ุญู’ู€ุณูู†ู’ ู‚ู€ูŽุฏู’ุฑูŽุฌูŽู€ุนูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุนู’ุฏูู‰ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู’ู„ู…ูู‡ูŽูŠู’ู…ูู†ู’
    Yang putera adalah KH. Ach. Saโ€™di, KH. Moh. Muhsin. KH. Ach. Saโ€™di telah pulang; menghadap Allah Yang Maha Memelihara
    ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู’ุนู€ูŽุงุตูู€ู…ู ุงุจู’ู†ู ุดูŽูŠู’ุฎู ุฅูู„ู’ูŠูŽุงุณู’ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฅูุจู’ู†ูŒ ุณูŽุงุฏูุณูŒ ุฐููˆู’ุฃูŽูƒู’ูŠูŽุณู’
    KH. Ashim adalah Putera KH. Moh.Ilyas, ia putera ke enam
    yang berakal cerdas
    ููŽู€ูˆูŽูŽู„ูŽู€ุฏูŽุชู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู€ุชูู€ู€ู‡ู ู…ูŽู€ูŠู’ุณูŽู€ู€ู€ุฑุฉูŒ ุณูŽู€ุจู’ุนูŽู€ุฉูŽ ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏู ู‡ูู€ู€ู€ู…ู ุจูŽู€ู†ู€ูŽู€ู€ู€ุงุชูŒ
    ุฅูู„ุงูŽู‘ ู„ูู€ูˆูŽุงุญูู€ุฏู ู…ูู€ุญูŽู…ูŽู‘ู€ุฏู’ ู†ูŽู€ูˆู’ููŽู€ู€ู€ู€ู€ู„ู’ ู‡ููˆูŽุงุจู€ู’ู†ู ุซูŽู€ุงู†ู ู…ูู†ู’ู‡ูู€ู…ู ุฐูŽูˆูู‰ ุงู„ู€ู†ูู‘ุญูŽู„ู’
    ุญูŽู†ูู€ูˆู’ู†ู ููŽูŠู’ุญูŽุฉู ุงู„ู†ูŽู‘ุฌููˆู’ุฏู ุนูŽู€ุงุตููˆู„ู’ ุนูŽููŽุงูู ููŽุงุทูู…ูŽุฉู’ ุชูู‚ูŽุงู„ู ุฃูŽู„ู’ุจูŽู€ุชููˆู„ู’
    Maka lahirlah isterinya bernama Nyai Hajjah Maisaroh sebanyak tujuh puteri, kecuali satu putera, yaitu KH. Naufal adalah putera kedua dari beberapa puterinya yang mempunyai kecenderungan beragama yang kuat. Mereka adalah, Nyai Hajjah Maryam al Hanun, Nyai Grace Faycha, Nyai Lubna an Najud, Nyai Hajjah Waznah al โ€™Ashul, Nyai Hajjah Afaf al โ€™Athuf (sejak beberapa tahun silam tinggal di Mekkah bersama suaminya Syekh Halim bin Syekh Al โ€˜Allamah Dardum al Palembangi) dan Nyai Hajjah Fathimah disebut al Batul
    ููŽุณูู€ุชูŽู‘ู€ุฉู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกูุงู’ู„ุจูŽู€ุฏููŠู’ุนู€ูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูŽุตู€ูู€ู€ู€ู€ูˆู’ ู†ูŽุฉู ุณูŽู†ูŽุฐู’ูƒูุฑู’ ุฅูุณู’ู€ู…ูŽู‡ูู…ู’ ู„ุงูŽุชูŽู†ู’ู‚ูุตููˆุง
    ูŠูุฏุนูŽู‰ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ููŠูŽู‘ู€ุฉู ูˆูŽุญูŽู€ู…ู’ู€ุฏูู‰ู’ ูŽุฑู’ู…ุถูŽุงู†ู’ ุนูŽู€ุทูŽู€ุงุฑูุฏู’ ูˆูŽูƒูŽู€ุฐูŽุง ุฅูู„ู’ู€ูŠูŽู€ู€ู€ุงุณูู‰
    ูˆูŽู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฅูู„ู’ูŠูŽุงุณูู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู’ ู…ูŽู„ู’ุทููˆูู’ ูˆูŽู‡ูู€ู…ู’ ูŠูŽุนููŠูู’ุดููˆู’ู†ูŽ ุจูุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู ุงู„ุดูŽู‘ุฑูŽูู’
    ูˆูŽุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽู€ุงุณูุฑูŽุงุฌู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุงู’ู„ู€ุนูŽู€ุงู„ู€ูู…ู ู„ูู„ู’ู…ูŽุนู’ู‡ูŽุฏูุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูู‰ ู‡ููู€ูˆู’ู…ูุนูŽู€ู€ู„ูู‘ู…ู
    Enam jumlah putera Nyai Hajjah Badiโ€™ah binti KH. Moh. Ilyas. Yang terpelihar. Akan saya terangkan nama-nama mereka jangan engkau kurangi. Dipanggil dengan nama Nyai. Hajjah Ihsaniyah, KH. Hamdi, KH. โ€™Athorid dan demikian juga KH. Ilyasi. Putera yang lahir sebelum Ilyasi bernama KH. Malthuf . Mereka semuanya hidup dalam kemuliaan (dan kecukupan harta)yang sangat sempurna. Suami Nyai Hajjah Badiโ€™ah bernama KH. Sirojuddin yang alim, seorang guru di Lembaga Pendidikan Islam
    ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏู ุณูŽูŠูู‘ู€ุฏูŽุฉู’ ุดูู€ููŽู€ุง ุซูŽูŽู…ูŽู€ู€ู€ุงู†ูู€ู€ูŠู’ ุนูŽู€ูููŠู’ู€ูู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุญูŽู†ููŠู’ูู’ ูˆูŽุจูŽุตู’ู€ุฑูู‰
    ุซูู…ูŽู‘ ุญูŽู…ููŠู’ู€ุฏูู‰ ูˆูŽู†ูŽู‚ููŠู’ุจูŒ ู‚ูŽู€ุฏู’ุฃูŽุชูŽู€ู‰ ุจูŽุนู’ุฏูŽู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ููŽุฑููŠู’ุฏู ูŠูŽู€ุงููŽู€ู€ุชูŽู‰
    ุนูŽู‚ูุจูŽู‡ู ููŽุชู’ุญูŽุฉู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู’ ุชูู€ุฏู’ุนู€ูŽู€ู€ู€ู‰ ุจูู†ู’ุชูŒ ูˆูŽุญููŠู’ุฏูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰
    ูˆูŽุฅูุจู’ู†ูู‡ูŽู€ุงุงู’ู„ุจููƒู’ู€ุฑูู‰ู’ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ ูŠูุฐู’ูƒูŽุฑู ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูู‘ุฌููˆู’ุนู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ุดูุฑู
    Sedangkan putera Nyai Hajjah Syifa delapan orang, yaitu :
    KH. Moh. Afif, KH. Ahmad Hanif, KH. Moh. Basri, kemudian KH. Hamidi dan K. Naqib. Setelahnya K. Moh.Farid, wahai pemuda. Setelah K. Farid Ny. Hajjah Fathaturrahmah, Puteri satu-satunya; tidak ada lainnya Dan putera sulungnya disebut Muhammad, namun Allah Menghendaki pulang ke Hadirat-Nya dan aka mengumpulkan (dengan kedua orang tuanya di akhir masa)
    ูˆูŽุฅูุณู’ู€ู€ู…ู ุฒูŽูˆู’ุฌูู€ู‡ูŽู€ู€ุง ุญูŽูŽุณูŽู€ู€ู†ู’ ุจูŽู€ุตู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุฑูู‰ูู‘ ู‚ูŽู€ุฏู’ุนูŽุงุฏูŽุณูŽู€ุงุจู‚ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฐูู‰ ุงู’ู„ุจูŽู€ุงุฑูู‰ู’
    Suami Nyai Hajjah Syifa dikenal dengan nama K. Hasan Bashri. Beliau berpulang ke Hadirat Allah Tuhanku dahulu kala
    ุซูู…ูŽู‘ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู’ู„ู€ูˆูŽุงุฑูุซู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ู†ู€ูŽุงุฆูู€ู€ู‡ู ูˆูŽู‡ูู€ูˆูŽ ุฅูุจู’ู€ู†ูŒ ุชู€ูŽุงุณู’ุนูŒ ู…ูู€ู†ู’ ุนุชู’ุฑูู‡ู
    Kemudian KH. Abdul Warits, salah satu putera KH. Ilyas. Ia putera kesembilan dari keturunan KH. Moh. Ilyas
    ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู€ุชูู‡ู ู†ูู€ูˆู’ุญูู€ู€ูŠูŽู‘ู€ุฉูŒ ู…ูŽุตูู€ู€ู€ูˆู’ู†ู€ูŽุฉู’ ู‚ูŽู€ุฏู’ูˆูŽู„ูŽู€ุฏูŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ููŽุชูŽู€ุงุฉูŒ ุณูู€ุชูŽู‘ู€ุฉู’
    ู‚ูู€ุฑูŽู‘ุฉู ุงู’ู„ู€ุนูŽู€ูŠู’ู†ูู ุซูู…ูŽู‘ ุงุณู’ู€ุชูู€ู€ู€ู€ู€ู€ููŽุงุฐูŽุฉู’ ุฎูŽุทููŠู’ู€ุจูŽุฉู ุงู’ู„ุฃูู…ูŽู‘ู€ุฉู’ ูƒูŽู€ุฐูŽุงูƒูŽ ู†ูŽู€ูŠู’ู€ู„ูŽู€ุฉู’
    ุตูŽู€ุงููู€ูŠูŽุฉูŒ ูˆูŽู†ููˆุฑู’ุฏููŠูŽู€ุงู†ูŽุฉูŒ ูƒูŽู€ู€ู€ู€ุฐูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุจูŽู†ูู€ูŠู’ู†ูŽ ุงูุซู’ู†ูŽู€ุชูŽุงู†ู ุนูŽู€ู€ู€ู€ุฏูŽุฏูŽุง
    ู‡ูŽูู€ูˆูŽุนู€ูŽู„ูู‰ู’ ููู€ูƒู’ู€ุฑููŠูู‘ ุฅูุจู’ู†ู ุซู€ูŽู€ุงู†ู ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูŒุตูŽู„ุงูŽุญู ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู’
    Isterinya bernama Nuhiyah yang terpelihara. Dari wanita inilah lahir Enam orang puteri, yaitu : Nyai. Qurrotul โ€˜Ain, Nyai. Istifadzah, Nyai Khotibatul Ummah, demikian pula Nyai Nailah, Nyai Shofiyah dan berikutnya Nyai Nurdiyanah Sedangkan dari putera ada dua jumlahnya, yaitu : K. Ali Fikri putera kedua dan KH. Moh. Sholahuddin (dari puteranya)
    ู†ู€ูŽุงุถูู€ุฑูŽุฉูŒ ุฃูŽุฎููŠู’ู€ุฑูุจูู€ู†ู’ู€ุชู ุฅูู„ู’ู€ูŠู€ูŽู€ุงุณู ุฑูŽุญูู…ูŽู€ู‡ูŽุง ุงู’ู„ุนูŽู€ู„ููŠูู‘ ุงูู„ู€ุชูŽู‘ู€ู‚ูŽู€ู€ุฏูู‘ุณู
    Bungsu putera-puteri KH. Moh. Ilyas adalah Ny. Hj. Nadzirotun – semoga Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Suci me-rahmatinya –
    ุฅูู†ูŽู‘ ู„ูŽู‡ูŽุง ุจูู€ู†ู’ู€ู€ู€ู€ุชูŽู€ู€ูŠู’ู†ู ุฅูุซู’ู€ู†ูŽู€ุชูŽู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠู’ู†ู ุญู€ูู„ู€ู’ูŠูŽุฉู’ ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุงู’ู„ุฎุงูŽุชู…ูู€ูŽุฉู’ ุงูุณู’ู…ูŽุงู†ู
    Nyai Hajjah Nadlirotun mempunyai dua puteri, keduanya bernama : Ny. Hilyah dan Nyai Husnul Khotimah
    ุซูŽู„ุงูŽุซูŽู€ุฉู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกูู„ูŽู‡ูŽุงู‚ูŽุฏู’ ุฐููƒูุฑูŽุชู’ ุดูŽูˆู’ู‚ูู‰ ูˆูŽุนูŽุจูŽู‘ุงุฏูู‰ ุญูŽู„ููŠู’ู…ูู‰ ุฏูุนููŠูŽุชู’
    Sedangkan nama puteranya disebut dengan nama : K.Ahmad Syauqi, KH. Abbadi Dan K. Halimi. Demikian nama mereka dipanggil
    ููŽู€ุฒูŽูˆู’ุฌูู€ู‡ูŽู€ุงุงู„ุดูŽู‘ู€ูŠู’ู€ุฎู ุนูู€ุตูŽุงู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุงูŽู„ู’ุนูŽู€ุงู„ูู€ู…ู ุงู„ูˆูŽุฑูŽุนู ูŠู€ูŽุงุฅูุฎู’ู€ู€ู€ู€ูˆูŽุงู†ูู‰
    Suaminya KH. Ishomuddin, ia orang alim, waroโ€™ wahai saudaraku
    ูˆูŽู‚ูŽู€ุฏู’ุชูู€ูˆูููู‘ู€ู‰ูŽ ุจูุดูŽู‡ู’ู€ู€ุฑู ุฎูŽู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู’ูŠุฑู ููู€ู‰ ุฃูŽู„ู’ูู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู’ู…ูุงุฆูŽุฉู ุซูŽู„ุงูŽุซูู€ูŠู†ู’

    Beliau wafat pada bulan yang penuh dengan kebaikan, yaitu (minggu pertama bulan Ramadlan), tahun 1430 Hijriyah (2009 M di Lubangsa Selatan)
    ููŽุตู’ู€ู„ูŒ ููู‰ ุฐููƒู’ู€ุฑู ู†ูŽุดู’ุฃูŽุฉู ุซูŽู€ู‚ูŽู€ุงููŽู€ุชูู€ู‡ู
    Fasal : Menerangkan Perkembangan Peradabannya
    ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูŒ ุฅูู„ู’ูŠูŽุงุณู ุจูŽู€ุงุฑูุนู’ ุนูŽู€ู€ุงู„ูู€ู…ูŒ ุญูŽู€ู€ุจู’ุฑูŒ ูˆูŽูƒูŽุงุชูุจูŒ ูƒูŽู€ู€ุฐูŽุงุญูŽู€ู„ูู€ู€ู€ู’ูŠู…ูŒ
    KH. Moh. Ilyas adalah orang yang cerdas, alim. Demikian pula
    ia orang yang shalih, penulis juga santun
    ูŽูˆู…ูู€ู† ู’ู…ูู€ุคู„ู€ูŽู‘ููŽู€ู€ุงุชู€ูู€ู‡ ูุงู„ู’ู€ุนูŽุธููŠู’ู€ู€ู…ูŽู€ุฉู’ ู…ูŽู†ู€ู’ุธููˆู’ู…ูŽุฉู ุงู„ุฑูู‘ุณูŽุงู„ูŽุฉู’ ููู‰ ุงู’ู„ุนู€ูŽู‚ููŠู’ุฏูŽุฉู’
    Sebagian karya agung beliau adalah Mandlumah Risalah
    dalam ilmu Tauhid (โ€˜Aqidah),
    ู…ูŽู†ู’ุธูู€ูˆู’ู…ูŽุฉู ุงู„ุณูŽู‘ูููŠู’ู€ู€ู†ูŽุฉ ูุงู„ุตูŽู‘ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู„ุงูŽ ุฉู ู…ูŽุฌู’ู…ููˆูุนู ูุงู„ุฎูู€ุทูŽุจู ูŠู€ูŽูˆู…ูŽ ุงู’ู„ุฌูู…ู’ุนูŽู€ู€ุฉู
    Kemudian Mandlumah Safinatus Sholah dan Kumpulan
    Khutbah Jumโ€™at
    ูˆูŽุบูŽูŠุฑูู‡ูŽุงู…ูู‚ู’ุชูŽุทูŽู€ููŒ ููู‰ ุงู„ุชูŽู‘ุฑู’ุบููŠุจู’ ุจูŽูŠูŽูŽู‘ู†ูŽ ููู€ูŠู€ู’ู‡ู ู…ูู† ูู€ูู†ู€ููˆู’ู†ู ุงู„ุชูŽู‘ู‡ู’ุฐููŠุจู’
    Lainnya kitab Muqtathofat fi at Targhieb (lengkapnya: Al Muqtathofat Al Mubarokah fittarghiebi watarhiebi)
    ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู„ุดูŽู‘ู€ูŠู’ู€ุฎู ู‚ูŽู€ูˆููŠูŽู‘ ุงู’ู„ู€ุญูู€ูู’ู€ุธู ูŽูˆู‡ู’ูˆูŽ ุณูŽุฑููŠู’ู€ุนู ุงู’ู„ู€ููŽู‡ู’ู…ู ููู‰ ุงู’ู„ุฃูŽู„ุญู’ุงูŽุธู
    KH. Ilyas kuat hafalannya dan cepat faham terhadap pengertian
    suatu kalimat yang tersirat
    ููŽุตูู€ู€ูŠู’ุญูŽู€ุฉู ุงู’ู„ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุงู’ู„ู€ู‚ู€ูู€ู€ู€ู€ู€ุฑูŽุงุกูŽุฉู’ ุณู€ูŽู„ุงูŽุณูŽุฉู ุงู’ู„ุฃูŽู„ู’ู€ููŽุงุธู ูˆูŽุงู„ุณูู‘ู€ู‡ูู€ูˆู’ู„ู€ูŽู€ุฉู’
    Beliau Fasih dalam berbicara, membaca dan tulisanya
    dalam karya-karyanya lembut dan mudah (dibaca dan difahami)

    ู…ู€ูู…ูŽูŠูู‘ู€ูุฒูŽุงุชู ู†ู€ูŽุธู’ู…ูู‡ู ุงู„ู€ุทูŽู‘ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู„ุงูŽูˆูŽุฉู’ ุณูŽู‡ู’ู€ู„ูŒ ูˆูŽุนูŽู€ุฐู’ุจูŒ ุณูŽู„ูุณูŒ ุญูŽู„ุงูŽูˆูŽุฉู’
    Ciri-ciri nadlomannya indah kedengarannya, mudah difahami,
    tawar (puas bagi pembacanya) rasanya dan lancar kata-katanya
    serta manis rasanya
    ูˆูŽู‡ู’ูˆูŽ ุณููŠูŽุงุณูู‰ูŒู‘ ู‚ูŽู€ูˆูู‰ูู‘ ุงู’ู„ู…ู€ูŽุจู’ู€ู€ู€ู€ู€ุฏูŽุฃู’ ุฌูู‡ูŽุงุฏูู‡ู ููู‰ ู…ูŽุงุดููˆู’ู…ูู‰ ู‚ูŽุฏู’ูŠูุจู’ุฏูŽุฃ
    Beliau seorang politikus yang berpendirian. Karir erjuangannya
    dalam politik dimulai dari prinsip Partai Masyumi
    ูู€ูŽู„ู€ูŽู…ู’ ุฃูŽูƒูู€ู†ู’ ุฃูŽุนู’ู€ุฑููู ู…ูŽู€ุง ูŠูŽู€ูู’ู€ุนูŽู€ู€ู„ูู€ู‡ู ู…ู€ูู†ูŽ ุงู„ู€ู†ูŽู‘ู€ุดูŽุงุทู ุงูŽูู‘ู„ู€ุฐูู‰ ู†ู€ูŽูู‘ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุฐูŽู‡ู
    Namun saya tidak banyak tahu tentang program-program yang ia lakukan dan laksanakan
    ูˆูŽู‡ู’ู€ูˆูŽ ุงู„ู€ุฑูŽู‘ุฆูู€ูŠู’ุณู ุงู„ู’ุจูŽู€ุงุฑูุนู ุงู’ู„ู€ู…ูŽุณู’ู€ู€ุคููˆู’ู„ู ูŠู€ูู‚ูู€ู€ูŠู’ู€ู…ู ููู‰ ุงู’ู„ู…ู€ูŽู‚ูŽู€ู€ู€ุงู…ู ู„ุงูŽ ูŠูู€ุญูŽู€ู€ูˆูู‘ู„ู
    Beliau seorang ketua/pemimpin yang cekatan dan bertanggung
    Jawab. Ia tetap pendirian dan tidak pernah beruba-ubah
    ู‚ูŽู€ุฏู’ุฑูŽุฌูŽู€ุนูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู€ู’ุฎู ุฅูู„ู‰ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ุนู€ูŽู€ู„ูู‰ ุชูุณู’ุนูŽุฉู’ ูˆูŽุฎูŽู…ู’ุณููŠู’ู†ูŽ ู‡ูู‰ูŽ ุงู’ู„ู…ููŠู’ู€ู„ุงูŽุฏูู‰
    Beliau pulang ke Hadirat Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk
    pada tahun 1959 Miladiyah
    ุณูŽู‚ูŽู‰ ุงู’ู„ุฅูู„ู€ูŽู‡ู ู‚ูŽู€ู€ู’ุจุฑูŽู‡ู ุจูุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู€ุฉู’ ูˆูŽุงุฌู’ู€ุนูŽู€ู„ู’ู€ู‡ู ุณูŽุงูƒูู€ู†ู‹ู€ุงุจูู€ุฏูŽุงุฑูุงู„ู€ู†ูู‘ุนู’ู€ู…ูŽุฉู’
    Semoga Allah SWT menyirami kuburannya dengan Rahmat-Nya dan menjadikan surga sebagai tempatnya dengan tenang
    ุงู„ุฎูŽู€ู€ุงุชูู…ูŽู€ู€ุฉู
    PENUTUP
    ุงู„ุญู€ูŽู…ู’ู€ู€ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงูŽู‘ู„ู€ู€ุฐูู‰ ุฃูŽุชู€ูŽู…ูŽู‘ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู†ู€ูŽุง ููู‰ ู†ู€ูŽุธู’ู…ู ุณู€ูู€ู’ูŠุฑูŽุฉ ุญูŽูŠู€ูŽุงุฉู ุฌูŽู€ู€ุฏูู‘ู†ูŽู€ู€ุง
    Segala puji bagi Allah Yang telah menyempurnakan kepada saya
    dalam menyusun nadloman Riwayat Hidup kakek saya
    ูˆูŽู‡ูŽู€ุฐูู‡ู ุงู’ู„ู…ูŽู†ู’ุธูู€ู€ูˆู’ู…ูŽุฉู ุงู’ู„ู‚ูŽู€ุตูู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู’ูŠุฑูŽุฉู’ ูƒูŽู€ุชูŽู€ุจู’ู€ุชูู‡ูŽู€ุงุนูŽู„ูŽู‰ ุญูุณูŽุงุจู ุงู’ู„ู‚ูุฏู’ุฑูŽุฉู’
    Saya tulis Mandlumah yang pendek ini sesuai dengan
    kemampuan saya
    ูˆูŽุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽุฑู’ุฌููˆู’ ููู‰ ู‚ูŽุจู€ููˆู’ู„ู ุนูŽู…ูŽู„ูู‰ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุฑูู‘ุถูŽู‰ ุนูู†ู’ุฏูŽุงู†ู’ู‚ูุถูŽุงุกูุฃูŽุฌูŽู€ู„ูู‰
    ุนูŽุณูŽู‰ ู†ูŽูƒููˆู’ู†ู ุฌูŽู€ู€ุงู…ูุนู‹ู€ุง ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู€ู„ูŽู€ู€ู†ูŽุง ู…ูŽุนู’ ุตูŽุงุญูุจู ุงู„ุณูู‘ูŠู’ุฑูŽุฉู ูˆูŽู‡ู’ู€ูˆู ุฌูŽู€ุฏูู‘ู†ูŽุง
    ููู‰ ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุงู„ู†ูŽู‘ุนููŠู’ู…ู ู‡ูู€ู‰ู’ ู…ูŽุนูŽู€ุงุฏูู†ูŽุง ุชูŽู‚ูŽู€ู€ุจูŽู‘ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ูุงู’ู„ุนูŽู€ู„ูู‰ู’ ุฏูุนูŽู€ู€ู€ุงุกูŽู†ูŽู€ุง
    Saya mengharap, semoga Allah SWT menerima amal saya dan
    me-ridloinya hingga tiba ajal saya. Semoga kami beeserta keluarga kiranya berkumpul dengan pemilik biografi ini, yaitu kakek saya di surga naโ€™iem tempat kembali kami kelak. Semoga Allah Yang Maha Tinggi mengabulkan doโ€™a kami. Amin !
    ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุนูŽู€ู„ูŽู‰ ุฎูŽู€ูŠู’ุฑู ุงู’ู„ุฃูŽู†ูŽุงู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู„ูู€ู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู€ู€ู‡ู ุฐูŽูˆูู‰ ุงู’ู„ูƒูู€ู€ู€ุฑูŽุงู…ู’
    ูˆูŽู‡ูŽู€ูƒูŽู€ุฐูŽุง ู…ูŽู†ู’ู€ุธูู€ูˆู’ู…ูŽู€ุฉูŒ ูˆูŽุฌู€ูู€ู€ู€ู€ู€ูŠู’ู€ุฒูŽุฉู’ ููŽู€ุงุฑู’ููŽุนู’ ุฃูŽุฎู€ูู‰ ุงู„ู€ุฒูŽู‘ู„ูŽู‘ู€ุฉูŽ ูˆูŽุงู’ู„ุฎูŽุทููŠู’ู€ุฆูŽุฉู’
    Semoga Rahmat dan Kesejahteraan tetap terlimpahkan kepada sebaik-baik makhluk, keluarga dan sahabat-sahabatnya yang mulia. Demikian Nadzoman yang ringkas ini (saya susun) dengan harapan, kiranya dapat di maโ€™afkan ketergelinciran pena dan kesalahan yang saya lakukan !

    Disusun dan diterjemahkan oleh :
    Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir
    di Pon. Pes. Annuqayah Daerah Al Amir
    Tahun 2007-2008

  19. Kepada yang saya hotmati, Drs. KH. Moh. Muhsin Amir.

    saya sangat senang sekali dengan disusunnya Nadzom Biogragi para leluhur ini. semoga keberkahan-Nya mengalir untuk kita semua. Amin. tetapi ada sedikit yang salah mengenasi silsilah Bani ‘Alawi yang ada di nadzom ini :

    ——————-
    ุฃูŽู…ูŽู‘ุงู…ูู€ูˆู’ุณูŽู‰ ููŽูŽู€ุฅูุจู’ู†ู ุฌูŽุนู’ู€ููŽุฑู ุง ู„ู’ูƒูŽุงุธูู…ู’ ูˆูŽู‡ู’ูˆูŽ ุงู’ู„ูƒูŽุฑููŠู€ู…ู ุงูู„ุฃูŽู…ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงู’ู„ุญูŽู„ููŠู’ู…
    Sedangkan Musa al Ridlo adalah putera Jaโ€™far as Shodiq al Kadzimi, dia berjiwa mulia, amanah dan santun
    ููŽุนูู€ู†ู’ุฏูŽูŽู‡ู ุฅูุจู’ู†ูŒ ุนูŽู€ู„ูŽู€ูŠูู‘ ุงูู„ู€ุฑูู‘ุถูŽู€ู‰ ุฐููˆ ุงุจู’ู€ู†ูŒ ู…ุญู…ูŽู‘ู€ุฏูุงู„ู€ู†ูŽู‘ู€ู‚ู€ูŠุจู ุงูุฑุชู€ูŽุถู‰
    Ali ar Ridlo mempunyai putera bernama Muhammad an Naqieb yang di diridloi Allah SWT
    ูˆูŽุฅูุจู’ู€ู†ูู‡ู ุนููŠู’ุณูŽู‰ ูƒูŽู€ุฐูŽุง ุงู’ู„ู…ูู‡ูŽู€ุงุฌูู€ุฑู ุซูู€ู…ูŽู‘ ุนูŽุจู€ููŠุฏู ุงู„ู„ู‡ู’ ูˆูŽุนูŽู€ู„ู’ูˆูู‰ ูŠู€ูุฐู’ูƒูŽุฑู
    Diterangkan bahwa putera Ali ar Ridlo bernama : Isa an Nqieb mempunyai putera bernama Ahmad al Muhajir Ilallah , puteranya bernama โ€˜Abidullah, puteranya bernama โ€˜Alwi.
    ุฅู†ูŽู‘ ู„ูŽู€ู‡ู ุฅูุจู’ู€ู†ู‹ู€ุง ู…ูุญูŽู€ู…ู‘ู€ูŽุฏูŒ ุนู€ูŽู€ู€ู„ูู€ูŠู’ ุนู€ูŽู€ู„ู€ู’ูˆูู‰ู’ ุฎูŽู€ู€ู€ู„ูŽู€ู€ุนู’ ู‚ูŽุณูŽู…ู ู…ูู€ู†ู’ ุฃ ู†ู’ู€ุณู€ู€ู€ู€ูŽู€ุงู„
    Dan Alwi mempunyai putera bernama Muhammad, selanjutnya Muhammad epunya putera bernama โ€˜Alwi, puteranya Kholaโ€™ Qosam. Mereka adalah sebagian keturunan Syiidina Ali r.a.
    ูˆู„ูุฎูŽู„ูŽุนู’ ุฅุจู†ูŒ ูŠูุณูŽู…ูŽู‘ู‰ ุตูŽุงุญูุจู ูˆูŽู„ูŽู€ุฏูู‡ู ุนูŽู„ู€ูŽูˆูู‰ ู‡ูู€ูˆ ุงู„ู†ูŽู‘ู€ุฌูŠู€ู€ู€ู€ุจู
    Bagi Kholak mempunyai putera bernama Shohib, puteranya
    bernama โ€™Alawi yang pintar
    ุนูŽุจู’ู€ุฏู ุงู’ู„ู…ูŽู„ููƒู’ ูˆูŽุนูŽุจู’ู€ุฏู ุงู„ู„ู‡ู’ ุดูŽุงู‡ู ุดูŽู€ู‡ู’ ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูุงูู„ูƒูู€ู€ู’ุจุฑูŽู‰ูŽ ูŠู€ูู„ู€ู‚ูŽู‘ุจู’ ุจุงู„ุดูŽู‘ู€ู€ู€ู‡ู’
    Puteranya bernama Abdul Malik, puteranya Abdullah Syahi Syah, puteranya Ahmad Al Kubro yang dijuluki Syahin Syah
    ูˆูŽู…ูŽูˆู’ู„ุงูŽู†ูŽุง ุงู’ู„ุญูุณูŽูŠู†ู’ ูˆูŽุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ูู€ูŠู’ู…ู ุณููˆู’ู†ูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ูููŠู’ู„ู’ ู‡ูู€ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู…ูŽุนู’ู€ู„ููˆู’ู…ู
    Sedangkan pueteranya bernama Maulana al Husien (Jamaluddin al Kubro Maulana al Husien) mempunyai putera Maulana Ibrahim (Zainul Akbar Maulana Ibrahim) yang dikenal dengan julukan SUNAN AMPEL
    ——————-

    Imam Ja’far As-Shodiq memiliki putra Musa al-Kazim dan ‘Ali al-‘Uraidhi. Musa al-Kazim memiliki putra ‘Ali ar-Ridho. sedangkan ‘Ali al-‘Uradhi memiliki putra Muhammad an-Naqib.

    Al-Imam Muhammad an-Naqib berputra : Isa ar-Rumi [Beliau juga dinamakan al-Rumi dan al-Naqib, karena beliau mempunyai rupa putih kemerah-merahan seperti pria yang berasal dari negeri Rum, sedangkan sebutan al-Naqib disebabkan kedudukannya sebagai pemimpin para kaum syarif yang selalu menjaga dan menjamin keamanan kaumnya, nama beliau juga merupakan nama salah satu nabi yaitu nabi Isa alaihi salam. Adapun gelar yang lain yaitu al-Azraq, karena beliau mempunyai mata yang berwarna biru.]

    Al-Imam ‘Isa ar-Rumi berputra : Ahmad al-Muhajir, berputra : ‘Ubaidillah [Waqilah : Abdullah] bin Ahmad al-Muhajir, berputra : ‘Alawi bin ‘Ubaidillah, berputra : Muhammad bin ‘Alawi, berputra : ‘Alawi bin Muhammad, berputra : ‘Ali Khaliโ€™ Qasam, berputra : Muhammad Shahib Mirbath.

    Muhammad Shahib Mirbath berputra 2

    1. Alawi Ammul Faqih
    2. Ali bin Muhammad Ba’Alawi

    * Keturunan Alawi Ammul Faqih bin Muhammad

    1. Alawi Ammul Faqih, berputra :

    a. Al-Imam As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan (ุนุธู…ุช ุฎุงู†)
    b. Abdurrahman
    c. Ahmad
    d. Abdullah

    Abdurrahman bin Alawi Ammul Faqih, menurunkan sadah antara lain :

    BaSakutah, BaHasyim, BinSmith, Ba’bud Maqfun, Bin Thahir, BaSurrah, Al-Haddad, Al-BaFaraj, Al-Awhaj, Al-Aydid, Al-Bafaqih, Al-Guroh.

    Al-Imam As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan (ุนุธู…ุช ุฎุงู†) menurukan ; Asyraf Aal Azmatkhan.

    * Keturunan Ali bin Muhammad

    Al-Ustadz Al-A’dzom Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam

    Nasab Kangjeng Susuhunan Ampel sampai Imam Abdul Malik Azmatkhan adalah sebagai berikut

    Syarif Ahmad Rahmatullah bin Ibrahim Zainuddin Akbar bin Jamaluddin Akbar Al-Husaini*) bin Ahmad Syah Jalaluddin Akbar Al-Husain bin Abdullah bin Abdul Malik Azmatkhan.

    *)Jamaluddin Akbar memiliki saudara bernama Majduddin, Tsabuddin, Qomaruddin, dan Sultan Sulaiman Al-Baghdadi. Sultan Sulaiman Al-Bagdadi berputra ; Datuk Kahfi Cirebon (Guru Kangjeng Susuhunan Gunung Jati)

    Datuk Kahfi memiliki saudara bernama Abdurrahim Pangeran Kejaksan dan Abdurrahman Pangeran Panjunan. Pangeran Panjunan berputra Abdurrahman Pangeran Panjunan Cirebon berputra : (1). Tubagus Angke / Pangeran Jayakarta II, (menikah dengan Ratu Ayu Pembayun binti P. Jayakarta I/Fathullah Khan/Falatehan/Fatahillah bin Ibrahim Patakan bin Abdul Ghafur bin Barakat Zainal Alam bin Jamaluddin Akbar), Dikuburkan di dekat Muara Angke, Jakarta Utara. Berputra : Pangeran Jayakarta III / Pangeran Sungerasa, berputra Ahmad Jaketra Pangeran Jayakarta IV

    demikian terima kasih dan mohon maaf

  20. Salam…
    Sekedar info, buat nambah koleksi arsip Bani Syarqawi yang (masih)tercecer… ni ada Syair Kemerdekaan (berbahasa Arab)yang ditulis oleh Kyai Ilyas Syarqawi, pada 17 Agustus 1945. mungkin sebagian sudah ada yang tahu,tapi tak apa lah. Bisa dilihat di:
    http://loradadduwi.blogspot.com/2011/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_18.html

    Demikian, semoga menambah kecintaan qt kepada Annuqayah, para guru dan nenek moyang yang shalih, serta dapat melanjutkan estafet dakwah mereka dengan baik. Dengan begitu, semoga Allah mengumpulkan qt bersama mereka kelak di hari kiamat dibawah bendera Muhammad SAW., menuju Surga yang penuh kenikmatan. Sebagaimana yang telah dijanjikan:

    (ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชูู‡ูู…ู’ ุจูุฅููŠู…ูŽุงู†ู ุฃูŽู„ู’ุญูŽู‚ู’ู†ูŽุง ุจูู‡ูู…ู’ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู„ูŽุชู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ูƒูู„ู‘ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽ ุฑูŽู‡ููŠู†ูŒ) [ุงู„ุทูˆุฑ:21)ู€

    ู‚ุงู„ ุงู„ุญุงูุธ ุงุจู† ูƒุซูŠุฑ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: ูŠุฎุจุฑ ุชุนุงู„ู‰ ุนู† ูุถู„ู‡ ูˆูƒุฑู…ู‡ ูˆุงู…ุชู†ุงู†ู‡ ูˆู„ุทูู‡ ุจุฎู„ู‚ู‡ ูˆุฅุญุณุงู†ู‡ุŒ ุฃู† ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุฅุฐุง ุงุชุจุนุชู‡ู… ุฐุฑูŠุงุชู‡ู… ููŠ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูŠู„ุญู‚ู‡ู… ุจุขุจุงุฆู‡ู… ููŠ ุงู„ู…ู†ุฒู„ุฉุŒ ูˆุฅู† ู„ู… ูŠุจู„ุบูˆุง ุนู…ู„ู‡ู… ู„ุชู‚ุฑ ุฃุนูŠู† ุงู„ุขุจุงุก ุจุงู„ุฃุจู†ุงุก ุนู†ุฏู‡ู… ููŠ ู…ู†ุงุฒู„ู‡ู…ุŒ ููŠุฌู…ุน ุจูŠู†ู‡ู… ุนู„ู‰ ุฃุญุณู† ุงู„ูˆุฌูˆู‡ ุจุฃู† ูŠุฑูุน ุงู„ู†ุงู‚ุต ุงู„ุนู…ู„ุŒ ูˆู„ุง ูŠู†ู‚ุต ุฐู„ูƒ ู…ู† ุนู…ู„ู‡ ูˆู…ู†ุฒู„ุชู‡ ู„ู„ุชุณุงูˆูŠ ุจูŠู†ู‡ ูˆุจูŠู† ุฐู„ูƒ…

    ูˆู‡ู… ููŠ ุชู„ูƒ ุงู„ู…ู†ุงุฒู„ ุงู„ุนุงู„ูŠุฉ ูˆุงู„ู†ุนูŠู… ุงู„ู…ู‚ูŠู… ูŠุชุจุงุฏู„ูˆู† ุงู„ุญุฏูŠุซ ุจูŠู†ู‡ู…ุŒ ูˆูŠุชุฐูƒุฑูˆู† ู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ุนู„ูŠู‡ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ู…ู† ุนู†ุงุก ูˆุชุนุจุŒ ููŠุญู…ุฏูˆู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ุงู„ู†ุนูŠู…ุŒ ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: (ููŽุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถู ูŠูŽุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ) [ุงู„ุตุงูุงุช:50ู€

    ู†ุดูƒุฑูƒู……!
    ูˆุงู„ุณู„ุงู……!ู€

  21. Nama orang tua KH. Moh. Ilyas, yang benar adalah KH. MOH. ASSYARQOWI bin Sadirono. Versi lain Sodirono dan lainnya Shodiq Romo. Bukan KH. Moh. Syarqowi yang biasa kita menyebutnya sekarang. Hal ini, saya temukan dari kitab karya beliau bernama ARRISALAH (I’lal Kalimat Arab Ghorib)yang beliau tulis pada tahun 1286 H, ketika beliau belajar di Mekkah Al Mukarromah yang langsung berguru kepada Syekh Nawawi Banten selama kl. 14 tahun lamanya. Demikian ralat nama beliau dan harap maklum.

  22. Kyai Muhsin,

    Terima kasih atas klarifikasinya. Ini informasi yang amat berharga, yang tidak banyak diketahui oleh publik. Saya senang sekali Kyai telah berkenan memberikan info ini.

  23. Saya mohon izin, untuk menyadur/copy semua tulisan Bapak dan akan di salin/paste ke website MA I Annuqayah Putri dengn sedikit merubah nama KH. Moh. Syarqowi kepada KH. Moh. Assyarqowi sesuai tulisan beliau sendiri di kitabnya ARRISALAH. Mohon jawaban !

    Gaffar: Kyai Muhsin, silakan…

  24. Maksudnya papare Biografi KH. Moh. Assyarqowi yang Bapak Tulis

  25. annani says:

    assalamualaikum
    mau minta izin untuk copy tulisannya, saya ada tugas untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah yang temanya tentang Annuqayah, jadi saya mau minta izin sebagai referensi tulisan saya

  26. misnal says:

    Assalamu’alaikum salam buat mas gaffar…!!!! (dr misnal/DPRD sumenep)

  27. saifurroyya says:

    Ulama besar yang melahirkan keturunan yang punya besar pula.

  28. bambang wahyudi says:

    Assalamualaikum kami dari kalisat jember ingin silahturahmi ke pp annuqoyyah

  29. M. Husnul H says:

    Kyai Syarqawi ini juga pernah menimba ilmu di thailand, sebagaimana disebutkan dalam buka “sejarah bani syarqawi” yang diterbitkan oleh PP.Annuqayah, Sumenep, Madura.

  30. rohan says:

    saya baru tahu tentang ini Pak Karim, sejarah di Indonesia ternyata masih banyak yang belum terkeskspos. terima kasih atas tulisan bapak.

  31. keren mas, ada tambahan ilmu bagi saya

  32. Assalamualaikum
    Ketika saya masih sekolah di Guluk-Guluk bahkan sampai selesai kuliah di Surabaya beberapa tahun yang lalau, cerita ke-wafatan sang pahalawan muslim, asal Desa Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep bernama: KH. Abdullah Sajad bin KH. Muhammad Assyarqowi bin Shodiq Romo bin Ki Kanjeng Sinuwun Qudus, Jawa tengah diceritakan bahwa almarhum wafat dengan cara ditembak langsung diarahkan ke Kepala almarhum oleh Belanda di Lapangan sepak bola Kecamatan Guluk-Guluk.Hal ini saya dengar dari mulut ke mulut, tanpa adanya sumber yang valid. Namun sejak beberapa tahun yang lalu, saya sempat bertemu dengan seorang pemuda asal Kabupaten Paemekasan Madura, bernama Ahmad Fauzan, ia alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk bercerita pada saya, bahwa ia pernah bertemu dengan seorang kakek tua yang umurnya ketika itu kl. 90 tahun, Purnawirawan Koramil Guluk-Guluk di saat peristiwa pembunuhan Kyai Sajjad terjadi tahun 1947 bahwa, wafatnya almaghfur lahu KH. Sajad Abdullah bukan ditembak langsung di kepala beliau, tapi diarahkan kepada sebuah batu besar yang ada di sisi almarhum dan pecahan batu itu mengenai perut dan kepala almarhum yang menyebabkan beliau wafat syahid fillah.
    Peristiwa ini terjadi, bukan di lapangan sepak bola yang kini ada di sebelah utara jalan raya Pasar Kemisan, desa Guluk-Guluk, tetapi di tengah sawah arah selatan jalannya yang kini telah dibangun gedung SDN 1 Guluk-Guluk. Kemudian Janazahnya di pindah ke lapangan sepak bola tersebut sebelum janazah tersebut di bawa oleh Bapak H. Ghoffar dan Bapak Muslimah [keduanya sudah wafat] ke rumah kediaman alm. KH. Mahfudz Husaini, Sabajarin dan pelaksanaan shalat Janazahnya di Langgar/Musholla Late, kemudian di semayamkan di Makbaroh Kyai-Kyai Annuqayah, tepatnya kl. 100 meter arah selatan Annuqayah. Demikian sekedar meluruskan berita yang saya dengar sebelumnya dari mulut ke mulut, tanpa adanya sumber yang valid. Syukron !
    Wassalam

  33. Alfiah says:

    Assalamualaikum, Bpk Gaffar…Semoga anda selalu dalam lindungan Allah SWT
    Saya sedang menulis disertasi saya dg topik Transformasi pesantren salafi menjadi kholafi di Pesantren An nuqayah,saya sangat membutuhkan referensi tentang pesantren An Nuqayah oleh karena itu saya mohon ijin mengcopy tulisan anda sebagai bahan literatur saya, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *