Abdul Gaffar Karim

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
<< BERANDA


Parpol dalam Pemilu 2009

Oleh: Abdul Gaffar Karim - 08• Jul•08

Seperti sudah dapat diduga, jumlah partai politik peserta Pemilu 2009 memang meningkat dibandingkan Pemilu 2004, kendati tidak sebanyak jumlah parpol dalam Pemilu 1999. Dalam Pemilu 1999, terdapat 48 partai politik peserta pemilu, dan lima tahun kemudian jumlahnya turun menjadi 24 partai politik. Kini, KPU telah menetapkan 34 partai politik sebagai peserta Pemilu 2009, plus 6 partai lokal di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dari ke-34 itu, 18 di antaranya adalah partai politik baru.*)

Partai Nasional
(Sesuai nomor urut pemilu; partai baru dicetak miring)

1. Partai Hanura
2. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional
5. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
9. Partai Amanat Nasional (PAN)
10. Partai Perjuangan Indonesia Baru
11. Partai Kedaulatan
12. Partai Persatuan Daerah
13. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
14. Partai Pemuda Indonesia
15. Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme
16. Partai Demokrasi Pembaruan
17. Partai Karya Perjuangan
18. Partai Matahari Bangsa
19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
20. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK)
21. Partai Republik Nusantara
22. Partai Pelopor
23. Partai Golongan Karya (Partai Golkar)
24. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
25. Partai Damai Sejahtera (PDS)
26. Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia
27. Partai Bulan Bintang (PBB)
28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
29 Partai Bintang Reformasi (PBR)
30. Partai Patriot
31. Partai Demokrat
32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
33. Partai Indonesia Sejahtera
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama

 

Partai Lokal di Aceh

35. Partai Aceh
36. Partai Aceh Aman Sejahtera
37. Partai Bersatu Aceh
38. Partai Daulat Aceh
39. Partai Rakyat Aceh
40. Partai Suara Independen Rakyat Aceh

 

*) Setelah artikel ini dibuat, KPU menetapkan tembahan 4 (empat) parpol ke dalam list di atas. Tambahan parpol baru (15/8/2008) tersebut adalah:

41. Partai Merdeka
42. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
43. Partai Sarikat Indonesia
44. Partai Buruh

Bookmark and Share

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Komen

  1. Bayu Dardias says:

    Amiin, akhirnya menulis partai, sudah siap mengajar kluster intermediary πŸ™‚

  2. Herman says:

    Artinya, tambah banyak kecap yang dijual. Mungkin masyarakat juga senang dapat subsidi kecap. Tapi kecap mana yang terbaik?

    Sayang, pemain-pemainnya itu-itu juga mas. Banyak partai baru didirikan oleh pentolan partai-partai lama. Sama halnya dengan konflik-konflik atau ketidakpuasan di dalam tubuh NGO, kalau tidak suka atau tidak dapat posisi yang diinginkan ya buat yang baru.

    Die lagi, die lagi, cape dehhh…. πŸ™‚

  3. dee says:

    Partai2 baru muncul dengan tujuan menampung sebagian suara yang terkecewakan oleh partai2 yang sudah exist. Tetapi klo melihat karakter masyarakat Indonesia, bisa saja beberapa partai baru ini menjadi besar karena menampung sebagian yang terkecewakan itu ya Mas?

  4. Surya Lubis SE Ak says:

    Nasehat “saat2 terakhir Rosullah” untuk Pemimpin dinegeri ini melalui Puisi
    Seandainya aku boleh memilih…
    Izinkanlah aku menjadi sang bulan dan sang bintang.
    Yang tiada angkuh ketika bertahta dan tiada mengeluh ketika tenggelam…
    Biarlah aku menjadi sang fajar…
    Yang menghiasi pekatnya malam..
    Namun rela menyingkir untuk terbinnya sanga Surya yang lebih cemerlang

  5. chandra setipon says:

    Walau partai banyak,tapi yang jelas PAN tetap yang utama.Kerja keras,kerja cerdas, kerja ikhlas.Hidup adalah perbuatan…

  6. budi jombang jatim says:

    Setiap 5 tahun jumlah partai berubah. ada yang datang ataupun pergi tapi masyarakat Indonesia sudah sangat cerdas dan berpengalaman hadapi pemilu, pilkada ataupun pilkades. jadi ada pergantian apapun tentang parpol dll. pada saat dilakukan pemungutan suara pasti sudah punya pilihan berangkat dari rumah. Adanya iming-iming duit, rokok, kaos dan banyak lagi pemberian bertujuan untuk menarik simpati dan mengalihkan dukungan akan tidak berjalan sesuai harapan. Pemberian tetap diterima pilihan terserah hati masing-masing

  7. alfi says:

    sebenarnya semakin banyak partai semakin banyak pilihan, makin banyak pilihan makin membingungkan, sebagian besar yang dijual hanya klise yg tampak hanya banyang2 dg tanda tanya besar ?????… apa mungkin bisa terlaksana dan terwujud!.. kalo kita tanya lagi secara jujur ke calon2 pejabat politik itu apa benar yang diperjuangkan nantinya kalo menjabat bakal mengemban amanat rakyat??? wkwkwkwkwkwk.. pasti jawabannya “ya untuk memperkaya diri saya dulu dong… urusan rakyat nomor sekian… yg penting saya keluarga saya dulu yang lain emang gue pikirin”… jaman sekarang org di otaknya hanya duit, kekayaan n kejayaan dan itu manusiawi.. Apalagi coba kawan2 lihat calon2 yg miskin, pengangguran yg kejanya cuap2 sana sini. bukankah ini menjadi suatu lapangan pekerjaan yg baru yg bisa meraup duit sebanyak2nya.. secara normatif memang jelas berapa gaji dan tunjangan mereka tapi nonnormatif mereka punya bergaining utk MALAK sana sini..

    maaf bagi calon yg benar2 iklas yaa.. peace..

  8. kades subagyono pra says:

    tak pikir-pikir keberadaan partai yang ada sekarang bukanlah perwujudan dari kelompok kepentingan. Tetapi kelompok orang berkepentingan!

  9. alfi says:

    Artinya, tambah banyak kecap yang dijual. Mungkin masyarakat juga senang dapat subsidi kecap. Tapi kecap mana yang terbaik?

    Sayang, pemain-pemainnya itu-itu juga mas. Banyak partai baru didirikan oleh pentolan partai-partai lama. Sama halnya dengan konflik-konflik atau ketidakpuasan di dalam tubuh NGO, kalau tidak suka atau tidak dapat posisi yang diinginkan ya buat yang baru.

    Die lagi, die lagi, cape dehhh…. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *