Abdul Gaffar Karim

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Profil

Oleh: Abdul Gaffar Karim

Selamat datang di rumah maya ini. Nama saya RB Abdul Gaffar Karim, dosen di Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fisipol UGM.

Saya lahir di Sumenep, 1970. Di kota kecil inilah saya menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah. Sumenep adalah kota santri yang sangat religius. Di sana sangat lumrah jika anak-anak yang paginya pergi ke SD atau SMP, sorenya belajar di Madrasah atau belajar mengaji di pesantren terdekat. Seingat saya, huruf Arab lebih dulu saya kenal sebelum huruf latin.

Hingga SMA kelas 2, keinginan saya yang paling besar adalah menjadi arsitek atau insinyur sipil. Pernah pula di masa kecil saya berkeinginan untuk menjadi Perwira Angkatan Darat. Dulu di rumah nenek terpampang foto salah seorang kakek buyut saya yang nampak gagah dalam seragam tentara di jaman Belanda. Ia adalah putra Sultan Abdurrahman Pakunataningrat (salah satu generasi terakhir raja Sumenep sebelum dirubah menjadi kadipaten dan selanjutnya kabupaten). Seragamnya tampak aneh dengan tanda-tanda pangkat militer bercampur simbol-simbol kebesaran putra seorang raja. Ia dijuluki ‘Pangeran Le’nan’ karena pangkatnya saat memimpin pasukan infantri kerajaan adalah letnan kolonel. Gambar Pangeran Le’nan inilah yang sering membuat saya sangat ingin menjadi perwira pula. Tapi ini cuma keinginan yang lewat begitu saja. Seingat saya, cita-cita yang mendominasi masa kanak-kanak hingga remaja saya adalah untuk menjadi arsitek itu. Keinginan ini muncul terutama karena saya sangat mengagumi Sukarno dan saya tahu ia adalah seorang insinyur sipil.

Tapi sebenarnya, minat saya yang utama adalah sejarah dan politik. Maka tak heran jika di SMA kelas 3, tiba-tiba saya memiliki keinginan sangat besar untuk belajar ilmu politik dan tak lagi berminat menjadi arsitek. Gelar insinyur tak lagi menarik bagi saya. Bapak saya semula agak keberatan dengan perubahan keinginan saya itu, dan mendorong saya untuk tetap dalam cita-cita semula menjadi insinyur. Maka untuk tetap memenuhi harapan orang tua, dalam Sipenmaru (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) 1988 saya mendaftar untuk kategori IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran). Dengan mengikuti kategori ini, saya bisa memilih program studi di kelompok IPA dan IPS dengan maksimal 3 pilihan. Saya memilih Teknik Arsitektur Universitas Brawijaya, Ilmu Politik Unair, dan Sastra Inggris Unair. Saya diterima di pilihan ketiga ini, yakni sebuah program S1 yang baru dibuka tahun itu. Jadi saya masuk ke jurusan ini, yang tak begitu lama saya jalani.

Tahun 1989 saya mengikuti UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri, pengganti Sipenmaru). Kali ini saya hanya mencantumkan satu pilihan, yakni Jurusan Ilmu Pemerintahan UGM. Dan saya diterima. Alhamdulillah. Di Jurusan inilah saya menjalani pendidikan S1 hingga tahun 1994. Semenjak lulus, saya ditawari oleh Dr. Afan Gaffar untuk menjadi asisten peneliti di Jurusan ini. Januari 1996 saya resmi menerima SK sebagai Dosen UGM. Di tahun ini juga saya mulai terlibat dalam aktifitas penelitian dan advokasi di Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta.

Tahun 1998 saya berangkat ke Australia untuk studi pascasarjana di Flinders University di Adelaide. Program Master ini saya jalani hingga 2000. Usai menjalani program ini, saya kembali ke UGM dan beraktifikas penuh di sana selama hampir 4 tahun. Dalam masa ini, di samping tugas-tugas kuliah dan penelitian, saya terlibat di kepengurusan Program Pascasarjana Politik Lokal dan Otonomi Daerah (PLOD) sebagai Deputi Administrasi Umum dan Keuangan, kemudian sebagai Deputi Riset dan Publikasi. Dalam masa-masa Pemilu dengan sistem baru di tahun 2004, saya ditugaskan oleh UGM untuk menjadi Ketua Panitia KKN Pemantau Pemilu.

Tugas di KKN Pemantau Pemilu itu tak bisa saya tuntaskan, sebab pertengahan 2004 saya mesti kembali ke Australia untuk mengikuti program PhD di Curtin University.

Baik ketika mengikuti program MA di Flinders University maupun dalam program PhD sekarang, saya dibimbing oleh Prof. Colin Brown. Di Flinders University dulu saya juga dibimbing oleh co-supervisor Dr. Jim Schiller, dan di Curtin University ini co-supervisor saya adalah Dr. Ian Chalmers.

Saya menikah tahun 1998, dengan Siti Qudsiati Utami (teman dan kerabat memanggilnya Miming), hanya dua minggu sebelum saya berangkat untuk studi pascasarjana di Australia. Istri saya adalah pencinta dunia kuliner yang kerap mengisi waktu luang dengan blogging. Dari dialah dorongan bagi saya untuk membuat website pribadi ini datang.

Anak pertama kami, Muhammad Perdana Sasmita-Jati Karim (Perdana), lahir di Adelaide pada tahun 1999. Adiknya, Muhammad Afkar Nadhifa Karim (Afkar), lahir di Yogyakarta pada tahun 2001. Kedua anak saya saat ini bersekolah SD Al Azhar 31 Yogyakarta.

Saya adalah ‘orang rumahan’, yang tak suka terlalu banyak berjalan ke luar rumah kalau tak ada urusan yang benar-benar penting. Waktu senggang saya habiskan dengan bermain balap mobil di Playstation atau bongkar-pasang Lego bersama anak-anak, atau nonton film di DVD bersama istri saya, dan mendengarkan musik sesekali (itupun terbatas pada lagu-lagu The Corrs atau Sheila Majid atau Vina Panduwinata). Yang paling saya senangi adalah membaca novel, terlebih lagi novel sejarah. Saya membaca semua karya Pramoedya Ananta Toer, sebagian besar karya Pearl S. Buck, Romo Mangun, Remy Silado, NH Dini, Umar Kayam, Dan Brown, Ahmad Tohari, John Grisham, Andrea Hirata (juga baru saya kenal via Laskar Pelangi), dan banyak lagi. Di masa kecil dulu, saya sangat menikmati karya-karya Enid Blyton. Oya, komik Doraemon juga tetap saya baca…